Festival Kopi Santri Nusantara PP Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap

Assalamu’alaikum, Teman-teman sudah ngopi belum?

Festival Kopi Santri Nusantara

Kopi itu bisa dinikmati dari semua sisi.

Mustaien Mudhiun

Asyik bener quotenya. Tapi memang bener kan ya? Kopi itu bisa dinikmati dari segala sisi.

Ada yang sudah mengenal Gus Mustaien? beliau adalah owner dari Tangent Roastery sekaligus ketua Askawon (Asosiasi Kopi Asli Wonosobo). Alhamdulillah kemarin saya berkesempatan ngopi bareng, yang tentunya secara tidak langsung sekaligus belajar banyak dari kisah-kisah yang dibaginya.

PP Ihya Ulumaddin sejak tanggal 17-19 Februari 2020 ini menyelenggarakan festival kopi santri nusantara dan di support oleh BI Cabang Purwokerto. Acara ini merupakan satu rangkaian dari agenda rutin tahunan Haul PP Ihya Ulumaddin.

Selama tiga hari Festival ini, ada beberapa kegiatan menarik yang bisa diikuti.

FGD Holding Pesantren

Pada sesi FGD Holding Pesantren ini mengundang sekitar 75 Pondok Pesantren dari Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. Mendatangkan nara sumber Umi Waheeda Binti Abdurrahman, S.Psi, M.Pi. Beliau merupakan pengasuh pondok pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman dari Bogor.

Beliau merupakan sosok perempuan inspiratif, seorang entepreneur sekaligus pengasuh pondok pesantren yang sukses. Ada kurang lebih 15.000 santri yang belajar di pesantren ini dan bebas biaya. Dan dalam kesempatan itu Umi Waheeda sharing ilmu, bagaimana agar sukses dalam membangun bisnis pesantren. Kuncinya, pesantren-pesantren yang ada harus saling kolaborasi.

Talkshow Ngopi Santri

Talkshow ini menganggkat tema “Akulturasi Budaya Ngopi Masyarakat Pesantren”. Ada Gus Ajir Ubaidillah CEO ENHA Corp, Ashari Kiwiawan Founder Kopikalitas sebagai pembicara. Jadi bisa dipastikan betapa serunya talkshow ini. Ya Ngopi ya Ngaji.

Menurut sejarah, budaya santri ngopi itu jauh lebih lama dibandingkan dengan budaya ngopi di dunia barat. Kopi mulai berkembang di dunia barat sekitar abad 17. Sedangkan santri, mengenal kopi sejak abad 9. Tanaman kopi berasal dari Ethiopia yang kemudian di bawa ke Yaman dan berkembang ke kota santri lain seperti Syam dan Mesir. Kopi mempunyai banyak manfaat yang salah satunya dapat menahan kantuk yang membuat semangat ibadah malam.

Sayangnya, bisnis kedai kopi ini dirajai dunia barat. Siapa sih yang nggak kenal kedai kopi yang didirikan sejak tahun 70an dan outletnya menyebar di seluruh dunia. Aku kalau nggak karena di traktir saja ogah kesana, eman-eman kan mahal. Wehehehe.

Dan kini ketika budaya kopi makin digemari kaum milenial, dan peluang ini ditangkap oleh mereka enteprenue kreatif maka bisnis kopi lokal kita mulai berkembang. Dan alangkah indahnya jika peluang ini pun dikenalkan dan dikembangkan pula dalam dunia pesantren.

Fun Battle Aeropress 2020

Untuk meramaikan Festival kopi santri nusantara PP Ihya Ulumaddin ini diadakan juga fun battle aeropress. Kompetisi seduh kopi dengan mesin aeropress ini diikuti banyak peserta lho? Bukan hanya kelas lokal wilayah tapi sudah level nasional.

Live Mural

Saat festival kopi santri nusantara ini berlangsung, ada juga wadah bagi mereka yang kreatif dalam dan punya keahlian mural untuk unjuk gigi. Mural dan kedai kopi kan memang tidak bisa dipisahkan kan ya?

Coffe Market

Ini wadah buat para pelaku usaha kopi, baik itu petani, roastery, komunitas, ukm, dan para penikmat kopi bertemu. yes, dalam festival kopi santri nusantara ini kita tidak hanya mengikuti kegiatan-kegiatan di atas. Tapi ada booth khusus buat kita menikmati kopi.

Dan disini, barawal dari sini saya mulai bisa menikmati kopi. Hah kok bisa? Heuheu, katanya kalau tak kenal maka tak sayang. Cocok dengan pepatah ini.

Saya sih merasa sangat beruntung, bisa Ngopi sekaligus Ngaji semeja dengan para kyai dan pegiat kopi. Ada rasa sungkan dan tidak enak sebenernya karena saru, tapi kepalang tanggung, ngaji. Semoga ilmu ini barokah.

Gus Mustaien atau sering disapa mas Tangen owner Tangent Roastery yang sempat saya singgung diatas yang memaksa aku buat nyicip kopi. Ketika saya cerita, bahwa saya itu pusing dekat dengan kopi. Beliau langsung bilang, bahwa itu semua terjadi karena pikiran saya saja dalam memandang kopi. Duh! Tapi ini terbukti benar. Saya bisa menghabiskan kopi tanpa ada keluhan apapun yang biasa saya derita kalau nyentuh kopi.

Ngomongin Tangent Roastery, salut banget saya sama Mas Tangen ini. Bisinis kopi yang beliau geluti dan mulai kelihatan hasilnya bahwa kopinya mulai go internasional. Turut bangga dong bahwa kopi lokal dari Wonosobo ini sudah mulai masuk ke Asia dan Eropa.

Dan lebih kerennya lagi, meski mas Tangen ini mulai sukses di bisnis kopi, beliau tidak menikmati ini sendiri. Beliau mengajak siapa pun yang mau untuk terjun dalam dunia usaha kopi. Beliau mendirikan Asosiasi Kopi Asli Wonosobo sebagai wadah mereka para UKM Kopi belajar bersama. Baik banget kan?

Peluang Bisnis Kopi Bagi Santri

Ketika melihat kopi dari sisi bisnis, masih dari mas Tangen bahwa semua orang pasti bisa jika mau. Proses dari mulai pembenihan sampai dengan kopi bisa disajikan untuk dinikmati, bisa dipelajari.

Lalu kenapa kopi ada yang terasa lebih nikmat dari yang lain meski jenis dan proses membuatnya sama? Mas Tangen menjelaskan bahwa sifat-sifat yang kopi sangat sensitif. Dan tentu saja, yang berengaruh adalah “rasa” dari para penyeduh kopi. Ini soal ego dan ketulusan. Jleb!

Btw, PP Ihya Ulumaddin juga launching kedai kopi di acara Haul tahun ini. Semoga sukses dan saya punya kesempatan ngopi dan ngaji disana, aamiin.

Tabik

Mungkin Anda juga menyukai

38 Respon

  1. Shoiman berkata:

    Wah mantap, kopi santri, bisa ngopi bareng dengan para penikmat kopi

  2. Nchie Hanie berkata:

    Waduuh seru pisan pastinya niih kegiatan festival kopi santri. Aplagi menjadi ajang berkumpul dan sharing antar penikmat dan pebisnis kopi.
    Ahh ikut nymepil disanaa mau ngopii..

  3. Yeni Sovia berkata:

    Waw festivalnya lama juga ya mba sampai 3 hari. Semoga para pesantresn tidak kalah bersaing dengan anak lulusan non pesantren ya jadi dipesantren diajarkan tentang usaha juga slah satunya bisa juga usaha kopi ini

  4. Lidha Maul berkata:

    ada juga kopi santri, di mana-mana ngopi. Saya nggak ngerti kopi-kopian deh, bagi saya rasa kopi tu ya sama aja. Makanya heran klo ada yang bilang rasa kopi sebenarnya beda, tapi udah terjawab di atas. Acaranya juga keren ya, ada kompetisi seduh kopi, live mural dan pasar kopi. Kayaknya kalau saya ke sana bakal banyak yg terjawab (untuk saya yg nggak ngerti kopi)

  5. Rach Alida berkata:

    Senangnya ya mba. Perpaduan ilmu dan lezatnya kopi serasa pas sekali mba. Mau ah sekali kali dapat kesempatan ikutin festivak kopi ini

  6. NurulRahma berkata:

    Mba Linaaaa, daku mau bangeeett ikutan acara keren iniii
    Sebagai penggemar kopi, daku BANGGA karena santri diberdayakan untuk ikut mengenal, melestarikan, dan membudayakan kopi nusantara

  7. Untuk minum kopi saya juga harus berpikir berulang kali. Karena saya punya keluhan lambung. Takutnya gak aman buat lambung. Tapi ternyata kalau menurut Mas Tangen semua terjadi karena pikiran saya saja dalam memandang kopi ya…
    Baiklah, kayaknya harus mengubah jalan pikiran saya dalam memandang kopi

    • Lina Sophy berkata:

      Atau jangan2 salah kopinya mbak, kopi yg diproduksi dan dijual sachetan itu katanya, kandungan kopinya paling cuma 2%. Ini jelas mengandung banyak zat, yg bagi kita yang punya masalah dengan lambung bisa bahaya. Jadi lemarin saya nyobain kopi asli tanpa gula, sehat saja ehehe

  8. Lisdha berkata:

    Mbak Lina, seru ya ikut acara ngopi padahal sebelumnya “anti kopi” hihihi. Kalau saya lahir dan besar memang di daerah penghasil kopi. Jadi minum kopi sudah sejak bayi! Tapi ya gitu, saya ngopinya masih level tradisional. Termasuk nggak mengikuti tren perkopian. Padahal di daerah asal saya (temanggung), kopi juga menggeliat seperti halnya wonosobo ๐Ÿ™‚

    • Lina Sophy berkata:

      Iya mbak, daerah2 penghasil kopi sepertinya sedang bergeliat. Kalau temanggung mungkin kalah pamor dengan tetangga sebelah, mungkin belum ada tokoh yg muncul aja mbak, menurut mas tangen ada komunitas pegiat kopi jateng yang aktif dan anggotanya dari seluruh kabupaten di jateng. Dan yang tradisional itu yang masih keren mbak ๐Ÿ˜

  9. herva yulyanti berkata:

    kalimat tentang rasa penyeduhnya makjleb mba baru tahu juga suka beda-beda rasanya yah, bukan penggemar kopi sih aku jadi ga pernah tahu

    • Lina Sophy berkata:

      Kalau soal rasa dan ketulusan bukan untuk peramu kopi saja siy sepertinya mbak. Kalau seseorang punya kepribadian macam itu pasti enak aja, yang hangat orangnya pun masakannya ๐Ÿ˜

  10. Inna Riana berkata:

    lho berarti samaan ya sama aku yg suka pusing kalo ngopi. kudu diuji coba ulang mindsetnya nih ๐Ÿ˜€
    acaranya keren apalagi ada lombanya juga

  11. Santri dan ngopi, ternyata aktivitas yang sudah berjalan lama ya. Sembari ngopi, tetap ngaji dan ngangsu kawruh. Apalagi jika kemudian dikembangkan menjadi bisnis yang bagus seperti ini. Mantap.

  12. Dedew berkata:

    Beruntung banget mbak bisa hadir di acara festival kopi santri, unik banget nih para santri lebih berdaya ya, belajar tentang kopi,bisnis kopi jadi bisa berkarya dan menghasilkan produk, tak melulu brand luar saja yang berjaya

  13. Senang ya, geliat usaha perkopian semakin terasa. Banyak yang menjadikan kopi sebagai komoditi usaha yang ditekuni. Semoga memberi dampak nyata bagi para petani kopi.

  14. Yessi Greena berkata:

    wah seru banget nih acaranya…
    apalagi buat pecinta kopi seperti aku ๐Ÿ™‚

  15. Lina W. Sasmita berkata:

    Saya suka icip kopi dari berbagai level rasa. Dari yang hambar sampai yang kecut. Tentu saja tidak pakai gula untuk menikmati keaslian rasanya.

  16. Siti Hairul berkata:

    Mbak Lina aku pengen ih bisa datang ke sini huhuhu. Suamiku pasti seneng banget kalo ada festival kopi yg ga jauh-jauh dri Jogja

  17. Damar Aisyah berkata:

    Wah, ternyata penyeduh punya andil besar dalam menghasilkan rasa kopi ya. Pantesan kadang-kadang kalau bikin kopi enak, kadang ya sepet. Mungkin karena lagi gak sepenuh hati bikinnya, jadi ngaruh ke hasil racikannya

  18. Liswanti berkata:

    Mantep nih ada festival kopi santri. Yang suka kopi pasti betah banget ya. Jadi tergoda lagi ini.

  19. April berkata:

    Wah yang ngaku pecinta kopi atay yg usaha kopi kudu ke acara ini ya mbak. Haha kyknya lengkap gtu bisa tukeran info.soal kopi bahkan menjalin relasi di dunia perkopian dr acara semacam ini

  20. Ade UFi berkata:

    wuih baru tau kalau rasa kopi itu tergantung ego si penyedu. Mungkin kalau disedu dengan perasaan hati riang, rasanya pasti riang gembira.

  21. Eni Martini berkata:

    Baru tahu aku ada festival kopi satri. Pasti seru dong ya, fotonya bisa jadi konten menarik juga nih

  22. Lya Amalia berkata:

    Ide bagus banget ini mbak. Santri jadi bisa membuat peluang bisnis yang kekinian dan gak ketinggalan

  23. arenapublik berkata:

    wih festival kopi, pasti ini seluruh kopi nusantara.. enak banget

  24. Gita FU berkata:

    Barakallah.
    Semoga lain kali ada acara semacam ini lagi di Cilacap. ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *