Hikmah Puasa Ramadhan di Tengah Pandemi

Bagaimana rasanya ramadhan kali ini? Jika harus jujur, puasa ramadhan di kala pandemi seperti ini pasti tidak mudah. Tapi, sebagai muslim yang baik, sepatutnya kita menggali hikmah puasa ramadhan di tengah pandemi ini agar bisa tetap mensyukuri nikmat Allah. Bukankah tiada sesuatu yang terjadi tanpa kehendakNya?

Sebuah ujian akan terasa lebih berat jika kita menyerah apalagi menyalahkan keadaan. Namun jika kita selalu mencari sisi positifnya, bisa menemukan hikmah di sebaliknya, insya Allah kita lebih tenang menghadapinya.

Hikmah Puasa Ramadhan di Tengah Pandemi

Ramadhan sudah setengah jalan dan mendekati lebaran, tentu kebutuhan makin meningkat. By the way, kalian sendiri bagaimana? Sudah mulai sambat dan ngeluh ini itu? Khawatir atau tenang saja?

Kita coba berpikir positif dulu yuk! Agar kita bisa tetap sabar dan mensyukuri apa yang Allah kasih. Setidaknya ada beberapa hal yang patut disyukuri puasa ramadhan kali ini.

1. Dekat dengan keluarga

Selama penerapan social distancing, dan kita harus di rumah saja, maka kita jadi punya waktu untuk dekat dengan anggota keluarga lain. Jika biasanya anak jarang ketemu orang tuanya karena sibuk kerja, sekarang beda. Dan di saat puasa ramadhan kali ini pun jadi banyak hal yang bisa dilakukan bareng keluarga.

2. Buka puasa dan sahur selalu bareng keluarga

Sebetulnya kangen untuk bisa buka bersama dengan kawan-kawan di luar. Kalian juga? Hayooo ngaku!

Jangan sambat! Sesungguhnya keluarga lebih penting kan dari segalanya. Ciptakan suasana buka puasa dan sahur bersama yang hangat, pasti menyenangkan.

3. Bisa melakukan ibadah bersama keluarga

Apa kabar para ayah jadi imam solat taraweh? Terasa berat? Ini sebagai ajang introspeksi diri juga sebetulnya. Seorang pemimpin itu tanggung jawabnya gede, iya kan? Ada kewajiban untuk selalu belajar memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

Solat berjamaah di rumah, ngaji di rumah, dan ibadah lainnya bareng keluarga harus kita syukuri. Saatnya orang tua untuk mengontrol kemampuan anak dalam penguasaan agama juga nih.

4. Bulan ramadhan ini lebih hemat

Karena situasi memang sedang dalam keadaan yang serba terbatas begini kan? Jadwal makan di luar tidak ada dan di ganti makanan rumahan. Jadi lebih hemat hitungannya.

Bukan hanya soal makan saja. Beberapa hal lain yang saya rasa berkurang adalah persiapan lebarannya. Tidak heboh untuk belanja baju, sepatu dan segala perintilannya. Soal kue lebaran juga, tidak seperti lebaran sebelumnya.

5. Makanan jadi lebih sehat dan tidak mubadzir

Karena semua serba masak, jadi makanan rumahan lebih sehat. Dan jika biasanya kita beli banyak makanan aneka takjil ini itu melimpah, sekarang tidak sebebas dulu. Jadi tidak banyak makanan yang terbuang sia-sia.

5 hal di atas hanya secuil dari apa-apa yang mesti kita syukuri. Saya yakin kalau kita selalu dapat melihat sesuatu dari sisi positifnya, insya Allah semua terasa ringan.

Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir. Dan kebiasaan baik kita selama masa pandemi ini tetap berlanjut sampai kapan pun.

Tabik,

Lina Sophy

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *