Review Buku : Lettie Let’s Play Outside

Lettie Let's Play Outside
Review Buku Lettie Let’s Play Outside

Lettie Let’s Play Outside! Yuk bermain di luar!

Judul : Letty Let’s Play Outside | Pengarang : Hardi Lim | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | ISBN : 978-602-03-7190-0 | Harga : 38.000| Jumlah Halaman : 52 halaman

Sinopsis Lettie Let’s Play Outside

Lettie adalah anak kecil berambut oranye. Karena orangtuanya sering menggunakan gawai, dia jadi suka juga. Lettie lebih tertarik bermain gawai daripada bermain di luar rumah. Petualangan Lettie dimulai saat orangtuanya mengajaknya berkemah. Lettie pun bertualang di hutan. Dia menemukan hal-hal menarik yang tidak ditemukannya di tab.

lettie let’s play outside

Saya ketemu buku ini di rak toko buku Gramedia tahun kemarin. Membaca sinopsis yang ada disampul belakangnya, buku ini sungguh menggoda. Iya, menggoda emak-emak yang anaknya mulai keranjingan gawai.

Saya yakin, anak suka pada gawai atau gadget bukan masalah saya saja. Pasti bapak ibu sekalian juga banyak yang mengalami masalah ini juga di rumah, kan?

Benar, Lettie Let’s Play Outside ini menceritakan bagaimana seorang anak bernama Lettie yang ketergantungan pada gawai.

Lettie begitu sibuk dengan tabletnya. Di segala aktivitas kesehariannya dia tidak bisa lepas dari gawai/gadget. Dia tidak tertarik untuk bermain bersama teman-temannya.

Hal ini membuat orang tuanya sedih. Lalu ayah dan ibunya membuat rencana liburan yang menyenangkan untuk camping di hutan. Tujuannya agar Lettie bisa terlepas dari gawai.

Apakah buku ini menarik atau tidak? Simak review buku ini, yuk!

Kelebihan buku Lettie Let’s Play Outside

Kelebihan buku Lettie Let’s Play Outside ini banyak kok!

1. Ceritanya faktual

Review Buku Lettie Let's Play Outside
Lettie kecanduan gawai

Kecanduan gawai dialami banyak anak-anak di seluruh dunia. Apalagi sekarang dalam situasi Pandemi, ketika ada pembatasan sosial dan school from home! Runyam! Makin tidak bisa dihindarkan masalah anak kecanduan gadget kan?

Cerita dalam buku ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat kini. Anak-anak jaman sekarang lebih suka dirumah bermain gadget dari pada main diluar rumah. Petak umpet, congklak, lompat tali tidak lagi jadi permainan anak-anak kita.

2. Bilingual

Review Buku anak
Lettie sibuk bermain dengan gawai

Lettie Let’s Play Outside merupakan buku yang menggunakan dua bahasa. Yaitu bahasa Inggris dan Indonesia. Ini jadi nilai plus, anak-anak sekalian belajar bahasa Inggris, kan?

Awalnya, saya kira buku ini buku terjemahan. Tapi setelah buka bukunya, Hardi Salim, penulis dan ilustrator buku ini adalah Pria kelahiran asli Indonesia.

3. Ilustrasinya keren

Ilustrasi buku Lettie Let's Play Outside
Ilustrasi buku Lettie Let’s Play Outside

Buku Lettie Let’s Play Outside ini merupakan buku cerita yang full ilustrasi. Gambarnya bagus banget dan menarik.

Buat saya yang suka dengan buku bergambar, ilustrasi di buku ini tuh kece banget! Nilainya 100 deh!

Ilustrasi buku bagus
Ilustrasi buku cakep

Fakta tentang buku Lettie Let’s Play Outside

Secara keseluruhan buku ini keren. Tapi tahukah Anda sekalian, bahwa buku ini saya umpetin dari anak saya? Tidak saya bacakan dan kasih lihat ke dia. Apa masalahnya?

Saya masih bingung, ini buku anak apa buat orangtuanya sih! Kok begitu baca, kita sebagai orangtua merasa dikeplak, PLAKK! Keras sekali!

Seperti yang saya singgung diatas, saya lihat buku ini di rak Gramedia. Melihat sinopsis di halaman belakang buku, dan langsung tertarik buat beli. Saya berpikir buku ini akan membantu, bisa sebagai bekal cerita pada Sulthon bahwa keseringan nonton hp itu nggak baik.

Tapi begitu buka segel buku, membuka awal cerita, langsung ketemu hal yang bikin saya seneb dan mules. Iya, pembuka cerita Lettie ini mengingatkan kita semua para orang tua, bahwa anak-anak kecanduan gawai itu pasti kita juga penyebabnya.

Anak-anak kecanduan gawai
Orang tua yang mengajarkan anak suka gawai

Dengan berbagai macam alasan, kita lah yang mulai mengenalkan anak-anak dengan gadget. Demi mereka anteng, demi mereka tidak menggangu urusan kita, demi anak tidak rewel dan seabrek alasan lain.

Lalu kenapa buku ini saya umpetin dari anak? Anak saya tipe anak yang kritis dan demen protes. Jika saya bacakan buku ini, kebayang dia bakal bilang, bunda suka main hp juga, bunda sih jarang ajakin main keluar, bunda sih sibuk terus dan protes-protes lainnya.

Jadi buku ini mending saya simpan, sesekali dibaca ulang sebagai pengingat. Buku yang menyadarkan kita akan tugas berat dan tanggungjawab sebagai orang tua.

Buku ini mirip lah dengan bukunya Satoko Miyano “Nanti Itu Kapan?”. Next time semoga ada kesempatan mereview buku ini juga.

Sekian. Sering ajakin anak main di alam, Yuk!

Baca juga :

Mungkin Anda juga menyukai

16 Respon

  1. Andiyani Achmad berkata:

    di era teknologi ini sangatlah sulit buat gak ngenalin anak-anak sama gadget karena orangtuanya aja kerja menggunakan gadget. paling bisa sih dibatasi aja waktunya ya saat ia balita dan lebih dibanyak kegiatan outdoor

  2. indah nuria berkata:

    I always love bilinguals books as it teaches you more. We really need to drag the kids outside or away from their gadget yaaa mba

  3. Alfa Kurnia berkata:

    Wah, bilingual dan ceritanya pendek-pendek. Cocok banget untuk anakku yang lagi belajar bahasa Indonesia dan lebih suka baca bahasa Inggris.

  4. Dzulkhulaifah berkata:

    Mak, bagaimana seandainya buku ini ketahuan sama anaknya? Hahaha. Siap-siap dikomplain deeh. Memang betul ya, anak-anak jadi berteman sama gadget awalnya gara-gara kita juga. Hiks, jadi merasa bersalah juga, nih.

  5. Mugniar berkata:

    Ulala kebayang kalau saya yang punya bukunya. Saya kira saya akan melakukan hal yang sama dengan Mbak Lina.

  6. Dwi Puspita berkata:

    Mau banget bukunya, anakku pasti suka banget nih dapat buku cerita ini, bilingual lagi

  7. Dedeq berkata:

    Hahaha, mamak ngga siap dikomplen ya sama anaknya..bagus juga Mak, kita berubah dulu jangan jadi ahli gawai baru berani kasih baca bukunya ke anak ya..suka ilustrasinya kayak buku luar..

  8. Tanti Amelia berkata:

    Ternyata buku ini sudah diterbitkan dalam edisi bahasa Vietnam LET’S PLAY OUTSIDE (buku cerita) dan LET’S PLAY WITH LETTIE (buku aktivitas) karya Hardi Lim – dan diiterbitkan oleh Art Design & Communication JSC, Hanoi.

    hebat ya karya anak bangsa mendunia! Salut dengan hardi Liem yang jeli melihat ceruk pasar.

  9. waduh merasa dikeplak kita ya baca Lettie lets play outside ini…mau baca juga saya..biar jadi pengingat diri.
    Dan selain karena bilingual buku yang ilustrasinya menarik begini akan bikin anak-anak suka bacanya….hm jadi mending disimpan atau dikasih baca mereka ya?

  10. Lidya berkata:

    Anak-anak lihat ortu juga mungkin ya jadi mulai keranjngan gawai. Gak bisa juga anak-anak dilarang menggunakan biar mereka gak gaptek,asal diberikab batasan & pengertian aja ya. Seru ya bukunya jadi seperti cerita keseharian, aku suka sejnnis buku ilustrasi kaya gini,jadi pingin beli juga apalagi bilingual buat anak-anak belajar juga

  11. Nanik Nara berkata:

    huaaa saya juga langsung serasa di keplak lihat gambar yang terakhir.
    Iya benar, saya yang duluan mengenalkan gawai pada anak-anak, biar saya bisa tenang mengerjakan pekerjaan rumah.

  12. ira duniabiza berkata:

    Wah ilustrasinya menarik banget ya Mba… membantu anak mencerna ceritanya dengan imajinasi yang luas

  13. lendyagasshi berkata:

    Anak-anak masa kini kritis sekali yaa…
    Memang anak gak pernah salah mencopy kedua orangtuanya. Semoga anak juga memahami kalau orangtua menggunakan gawai karena bagian dari pekerjaan, hehhe…

  14. cindy berkata:

    duuh bukunyaa menarik banget. selain karena ceritanya, ilustrasinya jg bikin anak betah baca ini yaa.. harganya pun terjangkau, kaget banget

  15. duniamasak berkata:

    wah, makna bukunya sangat bagus. bisa untuk bacaan si kecil agar lebih aktif mau main diluar bersama keluarga ya 😀

  16. Nursini Rais berkata:

    “permasalahan yang dihadapi masyarakat kini. Anak-anak jaman sekarang lebih suka dirumah bermain gadget dari pada main diluar rumah.” permainan tradisional semakin tenggelam ya, Mbak Lina. Selamat malam, salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *