Tujuh Belasan di Kampung Laut

Gerimis saat Subuh itu enak nggak enak. Enaknya kalau lepas sembahyang bisa sembunyi lagi di bawah selimut. Nggak enaknya kalau mesti beraktifitas, sifatnya mendesak dan tidak dapat ditunda.

Tapi ini bukan soal pilihan.  Niat dan janji harus segera ditepati. Janji jam enam pagi di pelabuhan Seleko untuk ikut rombongan menuju Kampung Laut. So, meski malas-malasan mandi tapi tetap mandi jua dan meski gerimis tambah gede tetep berangkat jua.

Kampung Laut.

Menuju Kampung Laut

Menuju Kampung Laut

Ini tempat memang bikin candu. Ini perjalanan kali ke dua saya kesana. Banyak hal yang membuat saya merasa belum puas, merasakan sensasi perahu compreng, menyusuri rute yang kanan kirinya penuh tanaman bakau, dan pokoknya banyak sekali keindahan lainnya. Dan saya masih saja merasa takjub setelah sekitar dua jam berasa dalam labirin bakau tiba-tiba menemukan rumah-rumah penduduk.

Tapi tujuan saya ke Kampung Laut kemarin memang lebih khusus. Mengikuti upacara peringatan kemerdekaan RI di perairan. Ini pengalaman pertama selama hidup.

Dulu, saat pertama berkunjung sempat tercengang juga melihat kantor kecamatan menghadap persis ke arah perairan. Kalau biasanya di kantor-kantor lain halaman dipakai sebagai tempat parkir kendaraan atau taman, disana ada jembatan kecil dan tempat untuk menambatkan perahu warga. Sekarang perairan ini disulap menjadi lokasi Upacara Bendera. Semua ada diatas perahu, pembina upacara, pemimpin upacara, tiang bendera bahkan semua peserta upacara berada diatas perahu.

Lokasi Upacara

Lokasi Upacara


Marching Band

Marching Band


Cara Pembina Upacara Mengontrol Barisan Peserta

Cara Pembina Upacara Mengontrol Barisan Peserta


Siswa SMA, Peserta Upacara

Siswa SMA, Peserta Upacara


Peserta Upacara

Peserta Upacara


Pengibaran Bendera

Pengibaran Bendera

Meski suasana agak mendung, tapi acara berjalan lancar dan sukses. Karena waktu yang kita punya tak luas maka tidak ada kesempatan banyak pula untuk menjelajah wilayah Kampung Laut seperti dulu. Jeda waktu sebelum perahu yang akan membawa rombongan balik menuju Cilacap datang, saya sempatkan istirahat sambil ngobrol sok kenal dengan petugas kecamatan. Kalau ada kesempatan main kesana lagi kan jadi ada yang membantu #ehh.

Nah, saat pulang ternyata rombongan menggunakan perahu motor bukan compreng. Walhasil terombang-ambing diterpa angin kencang dan luapan ombak yang lumayan besar. Badan basah kuyup. Ini setengah badai namanya. Tapi tetap saja menyenangkan meski pulang demam dan badan rasanya semalaman masih ngerasain goyang-goyang.

With mahasiswi IPB yang lagi KKN di Kamla

With mahasiswi IPB yang lagi KKN di Kamla

Ah, Kampung Laut tetap saja mengesankan.

sophy | cilacap 19 agustus 2013

Mungkin Anda juga menyukai

6 Respon

  1. shaa berkata:

    suka foto yang terakhir. wkwkkwk…..

  2. ranselhitam berkata:

    Aish, cihuy sangat mbak. Pengalaman yang asyik ya. Ayok tulis versi panjangnya buat EKSPEDISI CANTING 🙂

  3. Sholihin berkata:

    Sebagai orang Cilacap, tapi belum pernah ke Kampung Laut 😁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *