Alam Kita

suatu kali aku pernah bercerita pada anak-anak
tentang harmonisasi alam yang sangat indah
hubungan yang sangat mesra dan tergantung satu sama lain
bahwasanya kita saling bergantung dengan makhluk lainnya
kita butuh makan, alam menyediakannya
kita butuh minum, alam menyediakannya
kita butuh angin, alam menyediakannya
kita butuh bangun rumah, alam menyediakannya
kita butuh udara, alam menyediakannya
kita butuh apapun juga, alam menyediakannya
mereka bertanya,
lalu makhluk lain di alam ini apakah memerlukan kita?
ya, tentu saja. mereka juga harus kita hormati,
penuhi keperluannya
coba kalian bayangkan,
di suatu padang rumput yang luas
ada juga pohon-pohon rindang
langit biru cerah dengan hiasan awan seperti bulu-bulu domba
ada beberapa kambing ternak yang sedang asyik merumput
lalu sang gembala duduk di bawah pohon menikmati nyanyian suara burung berkicau
angin pun tak segan menyapa
sinar mentari juga tak terasa teriknya
disanalah, ada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan
rumput membutuhkan kambing-kambing untuk memberikan karbondioksida sisa pernafasan
agar mereka dapat berfotosintesis menghasilkan rumput sehat dan oksigen
kambing membutuhkan rumput sebagai makanan
dan kambing juga mengambil oksigen untuk bernafas
begitupun penggembala, burung, kupu-kupu, lebah dan capung dengan tumbuhan saling membutuhkan
indah sekali alam ini, bukankah ini hadiah dari Tuhan yang tak terkira…
wajah-wajah kecil polos yang tadi berseri berubah murung,
orang-orang dewasa telah merebutnya
monster-monster bermunculan berbentuk kotak bertingkat-tingkat dan bercerobong asap
pohon-pohon di tumbangkan tanpa memikirkan akibatnya
hewan-hewan di buru, diperjualbelikan sampai habis di habitatnya
mineral-mineral dari dalam tanah digaruk dan dan disedot sampai habis
lalu kini,
Matahari marah membakar kita semua dengan teriknya
pohon-pohon tak lagi mampu memberikan oksigen yang berlimpah untuk kita
angin pun jarang menyapa, kadang datang dengan tiba-tiba dengan marah yang membuncah
menerjang dan merusak apa saja yang dilewatinya
air bersih pun tak tahu mesti dicari kemana
sawah-sawah kering, sungai-sungai kering, sumurpun ikut mengering
seperti angin, airpun datang seperti bah menghancurkan apa saja yang dilewatinya
saat bencana datang
orang dewasa selalu bilang
bahwa alam telah menua
Apakah orang dewasa lupa,
alam tidak menua kalau kita mampu menjaganya
bukankah orang dewasa juga yang mengajarkan
air, tanah, tumbuhan, dan beberapa lainnya termasuk sumber-sumber yang dapat diperbaharui
inikah yang orang dewasa mampu wariskan pada kita?
akupun sedikit bingung menjawabnya
tenanglah, asal kita janji untuk mau dan mampu dan terus berusaha
kita akan mampu mengembalikan alam seperti dongeng kita
April, 2012
s – o – p – h – y

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *