#ayohijrah : Bank Muamalat Indonesia Membantu Langkah-Langkah Kecilku Mencari Ridha Allah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam untuk semua pembaca, semoga selalu sehat dan bahagia.

Ngomongin soal hijrah, ini nggak bakal asing lagi kan ya, buat kita semua. Btw, arti hijrah itu apa sih menurut kalian? Boleh dong, sharing. Yuks yuks!

Hijrah Bagi Saya

Nah, hijrah itu bagi saya merupakan suatu perpindahan dari suatu kondisi ke kondisi lain yang lebih baik. Sebagai seorang muslim, tentunya yang dituju adalah sebuah kondisi yang sesuai syariat agama, dengan tujuan akhir mencari ridha Allah Ta’ala.

Dan hal paling esensi ketika memulai hijrah adalah kesediaan diri untuk selalu mengoreksi diri, memeriksa kekurangan-kekurangan diri, serta kemauan dan semangat untuk memperbaiki diri. Dan ini sifatnya unlimited, tidak lantas merasa cukup nyaman merasa sudah dijalan hijrah, merasa sudah baik dan merasa-merasa yang lain yang akan menghancurkan tujuan utama mencari ridha Allah. Iya kan?

Langkah Saya Menuju Hijrah

Momentum yang saya sebut ‘hijrah’ dimulai ketika saya berumah tangga. Karena sejak saat itulah diri ini melakulan banyak sekali perubahan-perubahan dalam banyak sekali hal. Saya yang tanpa pendidikan agama secara khusus, hanya bekal dari orang tua dan ngaji di masjid lingkungan rumah, Alhamdulillah bertemu dengan suami, yang background pendidikannya dari kecil berada di pesantren.

Suami yang belasan tahun di pesantren, tentu saja punya bekal lebih banyak tentang ilmu agama, insya Allah, aamiin. Perbedaan background ini apakah membuat kami sulit melangkah? Alhamdulillah sejauh ini baik-baik saja. Hal yang patut saya syukuri, suami membimbing saya yang mudah-mudahan menuju kebaikan.

Proses ‘hijrah’ yang saya jalani ini mengalir saja dimulai dari hal-hal kecil yang mendasar. Pada awalnya, suami lebih banyak mengingatkan perihal tata cara ibadah, membetulkan bacaan alqur’an saya, serta banyak mengajarkan tentang fiqih wanita yang sebelumnya belum pernah saya pelajari.

Belajar itu harus ada sumbernya, dan berguru yang jelas sanad keilmuannya

Sebagai umat muslim, rujukan utama dalam kehidupan ini adalah Alquran dan hadist. Iyes, kan? Nah, bagi santri seperti suami yang lama belajar di pesantren, ada sumber lain yang di pakai untuk belajar, apakah itu? Kitab kuning. Kan, mempelajari Alquran tidak cukup hanya membaca terjemah, maka itulah penting adanya kitab-kitab ini.

Saya bukan harus mengaji seperti santri-santri pondok pesantren, bukan. Suami membelikan saya terjemah kitab-kitab itu. Suami baca teks arab, lalu dijelasin dan saya menyimak terjemahnya. Seru dan romantis yak? Heuheu.

Belajarnya masih pelajaran tingkat dasar, seperti fiqih ibadah, fiqih wanita yang berhubungan dengan kegiatan rutinitas harian. Namun, dari hal dasar ini saja sudah menyadarkan saya betapa banyak kekeliruan dan kebodohan saya yang tidak ngaji dari dulu.

Beberapa kitab yang saya pelajari seperti safinatun najah, ta’lim muta’alim, risalatul mahid, dan qurratul uyun. Safinnatun najah tentu saja sangat penting, mempelajari fiqih dasar dalam ibadah. Menjelaskan bab dari mulai bersuci, mempelajari rukun sholat, dan tentang tatacara sholat yang dijamak karena saya, walaupun tidak sering kadang saya punya kegiatan bepergian.

Kalau dari kitab ta’lim muta’alim, saya belajar bagaimana menghormati guru, orang tua. Selain itu juga mempelajari adab bagaimana kita mencari ilmu. Menurut saya sih penting banget dipelajari. Ini sangat relevan dengan kehidupan sekarang yang etika, kesopanan sudah mulai tergerus dalam kehidupan kita.

Dari kitab risalatul mahid, ini saya belajar banyak sekali hal penting, lho. Jujur sebelum belajar soal ini mana tahu saya detail fiqih wanita. Padahal pengetahuan ini sangat penting sekali kita ketahui. Dari sini kita belajar tentang jenis darah haid, waktu haid, yang diharamkan ketika haid. Dahulu, saya hanya mengerti bahwa ketika perempuan haid dibebaskan dan bahkan diharamkan sholat. Bukan salah, akan tetapi kurang tepat, ada beberapa sholat yang harus kita perhatikan lho ketika sedang haid. Ini berdasarkan waktu mulai dan selesainya waktu haid.

Kalau kitab qurratul uyun, karena saya sudah berumah tangga, ini jadi penting. Ketika dalam hubungan kita dengan suami, ada adab dan tuntunan yang sesuai dengan syariat. Bisa dibilang kitab ini sebagai rujukan pendidikan seks.

Selain kitab tersebut, ada beberapa lagi yang suami berikan sama saya terutama tentang cara mendidik anak dan bagaimana menasehati anak yang baik. Sudah berhasil kah? Tentu saja masih jauh dari sempurna. Dalam hal mendidik anak, kami masih berjuang, mencoba mengajarkan anak ngaji mengenal islam sejak dini.

Lihat postingan ini di Instagram

Jazakillah bunda Habibah ๐Ÿ™๐Ÿ˜

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lina Sophy (@linatussophy) pada

Proses belajar saya bukan cukup dengan bimbingan suami tentunya. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk lingkungan. Untuk menunjang pengetahuan tentang agama, saya juga sering ikut suami pengajian. Lalu kadang kalau ada permasalahan yang kami tidak bisa putuskan, kita konsultasikan pada guru-guru suami.

Mengelola Keuangan Bebas Riba

Hijrah itu kan harus secara kaffah (menyeluruh) kan ya? Termasuk juga dalam mengelola keuangan kita. Dari mulai mencari sampai dengan penggunaannya tidak boleh bertentangan dengan syariat. Setuju?

Suami saya ini tipe orang yang saya bilang sangat santai dan tidak pernah ngoyo. Dalam hal mencari rejeki terutama, berkegiatan untuk mencari rejeki dengan tujuan mencari berkah. Apalagi untuk menafkahi keluarga, harus banget dilalukan dengan cara yang baik dan halal.

Dan untuk pengelolaan keuangan keluarga,saya harus bersyukur lagi dong? Kenapa? Karena sejak sebelum menikah, suami saya sudah memilih menabung di Bank yang jelas bebas dari perkara riba.

Buku Tabungan dan Atm Suami, Bank Muamalat

Suami mempercayakan pengelolaan keuangan hanya di Bank Muamalat. Pada awalnya saya agak merasa keberatan kalau harus transfer dan sebagainya karena tabungan saya ada di bank konvensional. Tapi kata suami, harus pilih yang membuat kita merasa aman dari rasa was-was dari perkara riba. Baiklah, sebagai istri yang berharap sholehah saya menurut, ehehe.

Dan ternyata memang benar, selain bebas riba nabung di Bank Muamalat ini banyak kelebihan lain. Oiya Bank Muamalat ini pelopor konsep syariah, menjadi Bank syariah pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992. Saya beberapa kali ikut suami kalau mau nabung, ganti buku, atau ganti atm. Masya Allah, baru deh ngerasain betapa bedanya layanan Bank Muamalat ini, super baik dan ramah! Ini seriusan lohhh!

#AyoHijrah Bank Muamalat

Ini yang penting banget buat kita tahu, apalagi kalau diri kalian sedang pada proses hijrah. Harus ngerti programnya bank muamalat ini.

Jadi, mulai 8 oktober 2018 kemarin Bank Muamalat memulai kampanye gerakan ayo hijrah. Gerakan #ayohijrah ini merupakan komitmen Bank Muamalat untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri kearah yang lebih baik dalam segala hal. Bank Muamalat mengajak masyarakat berhijrah dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan suariah untuk hidup yang lebih baik.

Tujuan dari Bank Muamalat dari adanya gerakan ini hendak menyetarakan pertumbuhan nasabah Bank Syariah agar setara dengan kondisi rakyat yang mayoritas muslim. Nah, buat kita yang muslim masa nggak mau dukung program mulia ini. Yuks berpindah, pengelolaan keuangan kita serahkan ke Bank Muamalat, insya Allah lebih berkah.

Ada beberapa kegiatan dari Bank Muamalat untuk mengajak masyarakat terus meningkatkan kulaitas diri dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Seminar/edukasi tentang perbankan syariah
  • Open booth di pusat kegiatan masyarakat
  • Kajian islam dengan narasumber ulama
  • Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan.

Ada banyak alasan Bank Muamalat bisa jadi pilihan kita untuk pengelolaan keuangan. Yang pertama, Bank muamalat ini tertua di Indonesia, jadi dipastikan pengalaman dong? Dan insya Allah kemurnian syariahnya juga terjamin. Pengelolaan dana Bank ini juga diawasi sama Dewan Pengawas Syariah, pasti bikin kita merasa lebih aman kan? Selain itu pelayanan Bank Muamalat juga sudah didukung mobile banking, internet banking dan jaringan ATM serta kantor cabangnya sudah sampai luar negri. Ini memudahkankita banget buat bertransaksi, kan?

Produk dari Bank Muamalat dari gerakan #ayohijrah itu juga beragam, lho? Ada Tabungan iB Hijrah, Tabungan iB hijrah haji dan umrah, Tabungan iB hijrah rencana, Tabungan iB hijrah prima, Deposito iB hijrah, Giro iB hijrah, dan sedang proses untuk program pembiayaan rumah iB hijrah dengan angsuran super ringan.

Buat kalian yang penasaran dan mau tahu lebih lanjut langsung aja baca wesitenya Bank Muamalat. Kalian juga bisa ikuti apa saja kegiatan dan programnya melalui layanan media sosial resmi Bank Muamalat.

Facebook : BankMuamalatIndonesia
Instagram : Bank.Muamalat
Twitter : BankMuamalat
Youtube : Bank Muamalat

Cerita soal hijrah ini bukan untuk memamerkan langkah-langkah ibadah yang saya lakukan. Karena yang pasti apa yang kami jalani masih sangat jauh dari sempurna dong ya? Ini sekedar sharing hal kebaikan, tugas kita sesama muslim, kita bisa saling menguatkan untuk dapat hidup lebih baik, semoga mendapat ridha Allah. Aamiin.

Mungkin Anda juga menyukai

53 Respon

  1. Joe berkata:

    Aku mau hijrah

  2. Shaa berkata:

    Aku punya, lho, rekening di Muamalat ๐Ÿ˜€

  3. Lusi berkata:

    Mirip kisah keponakanku, cewek, sekolah tinggi & kerja di BUMN. Pas haji kepincut pembimbing hajinya yg dr kecil hidup di pesantren & stlh dewasa tinggal di Arab kerja di bimbingan umroh haji. Keluarga sempat ragu dg perbedaan itu tapi dg bismillah semua dimudahkan. Mereka skrg masih LDR tapi keponakanku berusaha jadi istri yg taat. Kalau baca Al Quran suaranya merdu sekali. Oya skrg punya album religi. Cari aja di youtube. Namanya Citra Maharani. Lah malah iklan. Oya, ttg bank Muamalat itu tak perlu diragukan lagi. Keponakanku kerja disana. Keponakannya banyak amat yak? Wkwkkwwk

    • Lina Sophy berkata:

      Keluarga besar ya mbak? Banyak ponakan ahahah.

      Wahhh siap kalau lagi selow nanti search di youtube mbak. Nggak perlu dikhawatirkan siy mbak kalau niatnya memang utk ibadah, kalau saya jujur malah seru nikah sama santri, ehehehe. Ilmu yang saya dapat ketika kuliah nggak bertentangan juga sama syariat, jadi nggak ada benturan saya begini suami kekeuh begini.

      Yang saya salut dari pegawai bank muamalat itu kesabarannya mbak, widih nggak ada yg ngalahin bank lainnya deh. Suaranya pelan2, sopan dan bersedia jelasin sama customer sedetail2nya. ๐Ÿ˜

  4. Menginspirasi mb… Memang kita hidup harus ada peningkatan dari waktu ke waktu. Berhijrah menuju ke arah yang lebih baik sesuai tuntunan agama untuk seluruh aspek kehidupan kita. Termasuk dalam nemilih lembaga keuangan yang akan kita gunakan. Tfs mb…

  5. Astin Astanti berkata:

    Bener sekali Mbak, tugas sesama muslim adalah saling mengingatkan dan menguatkan. Membaca artikel Mbak mengenai ayo hijrah, saya lantas berpikir, sudah sampai mana perjalanan hidupku yang sudah memakan banyak tahun ini? sukses selalu ya Mbak

  6. Rachmanita berkata:

    Seneng aku ada bank muamalat ini jadi sahabat qt umat muslim

  7. Masya Allah barakallah ya mba.. saya dan keluargapun terus proses hijrah.. jd pribadi yang lebig baik walau dari hal2 ke cil. Dengan Bank muamalat hijrahnya total ya mba.. no riba2 lagi..

  8. kanianingsih berkata:

    semoga perjalanan hijrahnya dimudahkan ya mba, alhamdulillah saya juga lagi berproses. cicilan rumah udah pindah ke bank syariah

  9. Mba, proses hijrah membutuhkan waktu dan semoga kita bisa melalui itu dengan baik ๐Ÿ™‚

  10. Sulis berkata:

    Selamat mba.. semoga dimudahkan. Aku blm punya rek di bank muamalat…

  11. Wiwied Widya berkata:

    Perbankan syariah ini emang menunjukan trend peningkatan dari tahun ke tahun ya. Berasa lebih aman dan lebih adil. Sayangnya, menurutku jangkauannya masih blom sampai ke pelosok2. Aq masih susah nemuin kantor cabangnya di kampung.

  12. Proses hijrahku udah aku mulai waktu kuliah, jaman masih usia 19 tahun. Tapi memang tambah mantap saat udah bersuami. Kalo ikut kajian juga enak berdua, nanti bisa disambung diskusi di rumah. Karena keyakinan itu harus disamakan dulu antara suami dan istri. Baru bisa melangkah ke etape berikutnya, macam lari aja ya

  13. Dedew berkata:

    Wah, so sweet deh kisahmu dengan suami Mak, jadi punya pembimbing agama pribadi ya, Alhamdulillah suamiku juga terus belajar dan berproses lebih baik, semoga dimudahkan dan sehat semuanya aamiin

  14. Farida Pane berkata:

    Alhamdulillah ya dapat suami yg salih dan berilmu. Sehingga rumah tangga bisa menjadi sarana ideal untuk berhijrah

  15. Lina Sophy berkata:

    Aamiin mudah2an mbak, sebagai trman hidup yang hijrah lebih baik lagi…

  16. Masya Allah terima kasih sharingnya Mbak
    Ini juga mengingatkan agar kita senantiasa menguatkan hijrah di berbagai sisi kehidupan termasuk yang utama keuangan

  17. Aswinda Utari berkata:

    Wah, mantap hijrahnya mba. Sy jg tipikal yg kalau belajar ilmu agama itu hrs dg sanad yg benar. Dulu, waktu blm paham soal ini suka sok sokan terjemahin qur’an n hadis sendiri. Hihi. Pas udah nikah baru ‘diluruskan’.

  18. Naqiyyah Syam berkata:

    Ayo hijrah ke arah yang lebih baik, Allah pasti sayang pada hamba-Nya yang berproses. Ikutan senang dengan kisahnya, Mbk. Oiya, keren juga program Bank Muamalat ya.

  19. Naqiyyah Syam berkata:

    Ikutan senang dengar cerita pengalaman Mbak dalam berproses untuk berhijrah termasuk memilih untuk menjadi nasabah bank Muamalat, semoga tetap istiqomah ya

  20. April Hamsa berkata:

    Kalau dengar kata “Bank Syariah” pikiranku pasti udah langsung ingat Muamalat mbak. Soalnya memang sistemnya bagus ya. Kebetulan juga nabung di sana. Moga2 berkah uang yg ditabung dan bisa membawa kita ke kebaikan amiin

  21. Liswanti berkata:

    Aku pake Muamalat juga nih, buat tabungan haji. Dari awal adanya bank syariah, langsung pilihan ke Muamalat.

  22. Siti hairul berkata:

    Wah sama mbak kita, aku juga pakai muamalat. Kartu shar-enya memudahkan buat belanja juga

    • Lina Sophy berkata:

      Kalau saya malah belum pernah pakai buat belanja mak irul, ehehehe. Maklum jarang belanja juga, tapi terimakasih sudah bagi cerita kalau kartu shar-e dari bank muamalat enak buat transaksi belanja โ˜บ

  23. Uniek Kaswarganti berkata:

    Oww…suami belajar kitab kuning juga yaa… Sama dengan yg dipelajari oleh anakku di pesantrennya. Kalau aku dan suamiku tidak ada basic pesantren sama sekali.
    Bank Muamalat ini pioneer dalam hal bank syariah ya. Dari dulu sudah terpercaya oleh kaum muslim untuk buka rekening tanpa khawatir terjerat riba.

    • Lina Sophy berkata:

      Iya mbak, suami saya melakukan segala sesuatu hal rujukannya kitab kuning, mungkin sekitar 15 tahun mondok. Dan sampai sekarang kegiatannya juga nggak jauh2 dari pesantren. Semoga putra/putrinya betah di pesantten mbak, dan ilmunya berkah dan bermanfaat.

      Iyes mbak, kita kalai inget syariah pasti ingetnya muamalat ya. Insya Allah no riba โ˜บ

  24. Menjawab keraguanku selama ini tentang keuangan syariah, aku tuh berfikir untuk membuka rekening di bank Muamalat karena memang beberapa teman sudah menggunakan juga. Karena memang kalau mau hijrah, untuk urusan transaksi keuangan juga harus difikirkan kalau bagiku.

  25. Andiyani berkata:

    Thank you mbak udah kembali mengingatkan mengenai ekonomi syariah yang sesuai dengan syariat Islam

  26. Echaimutenan berkata:

    Proses hijrah tiap orang beda2 ya mak. Kalau aku lagi mencoba hijrah, tapi pasti saat aku bener2 hijrah udh ga main internet lagi insyaallah.

    Kalau ganti atm krn hilang kenapa emang mak? Pelayanannya bagus ya muamalat.

    Jadi pengen buka juga biar tambah berkah hijrahnya. Semoga menang. Gutlak

    • Lina Sophy berkata:

      Iya mbak esha, beda prosesnya dong ehehe. Dan beda pula mendefinisikan hijrah. Kalau buat saya pribadi selagi internet dipakai bukan untuk hal yg bertentangan dengan syariat ya saya masih pakai.

      Iya atm sempat hilang mbak echa โ˜บ

  27. Leyla Hana berkata:

    Aku sudah jadi nasabah bank muamalat juga sejak masih SMA. setiap muslim memang harus berhijrah ya dari keburukan ke kebaikan.

  28. Keluarga saya juga berproses untuk hijrah. Kami sudah tidak punya hubungan dengan lembaga yang terkait dengan riba. Semoga proses hijrah kita istiqomah ya ….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *