Hujan

“Mestinya kamu dengerin kata-kataku tadi!! Bawa jas hujan”
“Mau berapa lama kita nunggu sampai hujan reda?”

Seorang perempuan muda terlihat sedang marah-marah dan tak berhenti mengomel disamping laki-laki yang terlihat kerepotan membawa barang belanjaan. Namun ia tetap diam dan tak menghiraukan omelan perempuan yang ada disampingnya itu.

***

Sepuluh meter di depan mereka terlihat udin dan kawan-kawannya yang biasa ngamen diperempatan berlari-lari dengan muka sumringah. Kantong celananya terlihat tebal. Tandanya dia mendapat banyak rezeki sore ini.

Sejenak kemudian. Si Udin menghampiri perempuan muda dan pasangannya tersebut.
“Ojek payung om? Ojek payung tante?”

http://pelangiituaku.files.wordpress.com/2009/03/081120081951.jpg

http://pelangiituaku.files.wordpress.com/2009/03/081120081951.jpg


*) Kadang kala kita lupa bahwa sesuatu yang membuat kita benci, kesel, kecewa merupakan berkah buat orang lain. Contoh lain dari hujan… hujan dinanti petani saat sawah mulai mengering disisi lain seorang pedagang es keliling menginginkan hujan berganti panas terik.
Just Fiction

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *