Ojo Dumeh

Ojo Dumeh!!!

Tidak sengaja sebetulnya  saya membaca novel ini. Ojo Dumeh, sebuah novel sastra lama karya Agnes Yani Sardjono. Dalam beberapa bagian buku ini mampu menelanjangi hati kita, memaksa agar diri kita berkaca.

“Aku mengutuk. Tidak tahan. Berdiri dan menuju dinding. Mengamati lukisan kaca yang sudah buram. Lukisan para punakawan dalam cerita pewayangan. Hadir lengkap. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Di bawah lukisan ada tulisan berbunyi: Ojo Dumeh.” (hal; 8)

Gareng (Gb. Google)

Gareng (Gb. Google)

“Wajah petruk dalam lukisan kaca itu nampak nyrengenges. Mengejek namun tak bermaksud menyakiti. Beda dengan Gareng. Punakawan multi-cacad itu menundukkan kepala. Namun mata kanan yang besar dan cacat itu seolah melirik penuh selidik. Mengajak orang untuk mau meneliti diri sendiri. Ojo Dumeh. Jangan sok. Jangan berlagak. jangan sok kaya, sok kuasa. Berlagak jagoan, berlagak paling kuasa. Sebab semua itu ada batasnya.” (hal; 9)

Knock out! Tulisan-tulisan yang mampu menghantam pembaca.

—————————–

*) Saya baca dulu lanjutannya ya…Seru soalnya, kapan-kapan kalau nggak lupa di review deh 😀

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *