Resign

Hari ini akhirnya kuungkapkan keinginanku untuk resign dari kantor. Keinginan yang begitu menggebu yang tiba-tiba muncul dua hari lalu… mungkin bawaan tegang setelah datang monitoring dari pemberi dana beasiswaku. huuuuksss… dapat lampu kuning agar kuliah segera diselesaikan.

“Anda itu kuliah dari uang rakyat”

Plaaaaaakkkks… kata-kata itu serasa mendarat dipipiku.

Tak bisa digambarkan perasaan kami waktu itu. Gilaaaaaa….3 semester TA belom selesai. Bukan… bukan saatnya nyari pembenaran, semua adalah kelalaianku.

“Ini tahun terakhir anda dapat biaya, jadi anda wajib menyelesaikan tugas belajar itu”

Huwaaaaaaaa….. Menyedihkan sekali. Kemana perginya semangaaaaaaaaaatttt???? Terlalu lama semangat pergi meninggalkanku… Oh…tidak… ternyata semangat tidak pergi kemana-mana. Semangat masih ada dalam hatiku, tapi tertutup oleh keinginan dan nafsu dan semua hal yang membuat kemalasan meraja.

Resign dari kerjaan di kantor sekarang kurasa jalan paling tepat yang mesti kuambil. Kerjaan yang dulu kuambil untuk mengisi waktu luang sambil mengerjakan TA, tapi kenyataannya TA jalan di tempat.

Beratnya meninggalkan keceriaan anak-anak. Tapi langkah ini mesti diambil.

Bismillah… Untuk mengawali langkah yang baru. Semoga Tuhan memberi petunjuk… Amin.

Mencoba mengintip masa depan
Mencoba mengintip masa depan

Mungkin Anda juga menyukai

8 Respon

  1. Aku..Kebenzulk berkata:

    Kasihan mereka yang dahulu bersaing lalu kalah…..:(
    sorry..kata2nya bikin kesel…:)

  2. linatussophy berkata:

    Lina mengaku salah… dari pada diteruskan, ini adalah janji diatas ingkar mas… :'(
    nggak bikin kesel kok… 🙂

  3. jimmo berkata:

    lakukan yg kau mau

  4. neoriz berkata:

    ane ga comment masalah tulisan,.. yang ane comment tuh Foto Ajib banget

  5. linatussophy berkata:

    @riza: hahaha… dan saya juga suka dirimu sering memuji hahahahaha
    thanks boy… 😛

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *