Resolusi 2017

Happy New Years! Friends…
Sebelum nulis tentang harapan di hari-hari mendatang di tahun 2017 ini, saya curcol sedikit tentang malam tahun baru. Sudah tahun ke-2 tiap malam tahun baru yang terbayang adalah malam panjang di tanggal 31-12-14 jelang 01-01-2015. Iya malam itu adalah malam terpanjang yang saya rasakan. Malam anugrah yang begitu indah dimana lahir bayi mungil, titipan Allah untuk saya dan suami.
Oh ya, tahun ini tidak ada perayaan apapun dimalam tahun baru. Nggak ada jalan-jalan keluar, nggak ada bakaran, nggak ada nyalain kembang api, nggak ada nongkrong apapun. Abah sulthon sedang sakit dan butuh lebih banyak belaian sayang dari sayah #ishapaansih. Mudah-mudahan segera sehat, okay abah sulthon! Dan sulthon pun belum ngerti di luar sana, banyak orang pesta, banyak kembang api, dan pasti banyak tukang odong-odong. Jadi dia tidak merengek minta naik odong-odong, tidur nyenyak seperti malam biasanya.
Well, karena tahun baru adalah bilangan baru untuk usia anak saya. Maka itu, resolusi tahun baru nggak akan jauh dari soalan anak tentunya. Nggak banyak, hanya mudah-mudahan bisa menjadi manusia yang lebih punya banyaaaakkk “hati” dari tahun sebelumnya. Kalau mewujud, insya Allah saya bisa menjadi manusia yang taat pada Tuhan saya, bisa jadi istri dan ibu yang lebih baik, bijak, sabar, pengertian untuk orang-orang yang saya cintai.
Wakhususon doa untuk sulthon, semoga menjadi anak alim lagi soleh, sukses dunia wal akhiroh, Aamiin.
 

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Murtiyarini berkata:

    Resolusi membuat tahun ke depan dijalani lebih semangat. Semoga kita semua bisa merealisasikan resolusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *