Sambung Rasa dengan Teman Lama

Assalamu’alaikum,
Basa basi sebentar ya sebelum curcol, ini blog berkali-kali mati suri yak? Hehe.. males bener sih yang punya? He ehh emang perlu di tendang syantik nih biar nggak keasyikan gegoleran!
Btw, ini tulisan agak lama juga ngendon di draft sebagai oleh-oleh lebaran. Oleh-olehnya tulisan curcol aja ya soalnya libur lebaran kali ini memang tak kemana-mana.

Eh meski tak kemana-mana ada something special di lebaran kali ini. Ketemu teman lama. Yeaaay! 21 tahun terpisah dan tercerai berai, seperti anak panah melesat ke segala penjuru, wusssh… Lalu kita dipertemukan kembali. Horaaaiii. Reuni kawan SMP.

Hah 21 tahun? Tuirrr amat yak? Eh enggak lah yaaaa… Meski usia boleh kepala 3 tapi jiwa kita masih remaja! Ciyeehhhh. Ini serius loh!

Saya sih tidak akan membahas keseruan saat reuni angkatan, karena jujur memang acaranya buat saya kurang seru #ehh. Ya iya, disaat kita masih mengingat-ingat itu siapa ya? Namanya saja saya lupa padahal kita temen sekelas, acara keburu berakhir. Lah konsep acaranya kayak orang kondangan eheheh. Coba kalau besok ketemu dijalan tetep nggak kenal, gimana? Salahkan faktor waktu dan tempat saja lah, biar tak ada yang dijadikan kambing dan domba.

21 Tahun yang Lalu

Aaahhhh pasti kita semua waktu itu super imut deh ya? Seragam putih biru. Dan kening saya mulai berkerut-kerut mencoba mengingat zaman itu. Ngomongin sekelas saja lah, karena temen sekelas saja mengingat semua sudah berat apalagi seangkatan.
Mereka adalah teman-teman terjauh dari rumah yang saya punya. Teman-teman yang jadi saksi tumbuh kembang dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja!

Saking banyaknya kenangan yang terlupa sampai bingung mau nulis yang mana, ahahaha. Ini kenapa ya ingetan zaman smp banyak yang nggak nyantol di kepala. Dibanding zaman SD, SMA apa zaman kuliah ini paling susah untuk di inget.

Tapi dari sedikit yang bisa dikenang ada hal yang nggak bisa terlupa. Saya teringat betul bahan obrolan gadis-gadis remaja saat itu di kelas kami. “Sudah menstruasi belum? Si ini udah si itu juga udah? Terus kalau yang belum? Disaranin sama yang lain, hayuuuk nginjek jempol si itu tuh yang lagi M, biar cepet nular” ahahaha apa hubungannya yak? Saya termasuk yang nginjek-injek jempol teman waktu itu karena tamu bulanan tiba pertama saat kelas 2. Cerita sungguh menggelikan dan pas dikenang sungguh mengharukan. Ceileeeh.
Nah sambil nulis blog ini juga sambil japri temen iseng nanyain, hal apa yang paling berkesan saat kita smp. Jawabannya bikin saya terpingkal-pingkal.

Kalau cerita saya tadi soal kisah gadis remaja, yang ini cerita diantara kaum bujangnya, dan asli setelah sekian lama baru saya ngerti ada rahasia diantara mereka. Jadi para jawara kelas saat itu ngadain razia, nggak tanggung-tanggung ini razia “burung”. Satu persatu burungnya di tengok biar ketahuan sudah disunat apa belum. Wahahahahaaaaa ini asli jahil banget yak? Untung jaman dulu bukan jaman bully seperti sekarang ini. Siapa yang sudah dan siapa yang belum biarlah menjadi rahasia diantara mereka saja, ahahaha.

Masih ada lagi yang menarik? Sebenernya banyak kalau mau menggali, cerita soal sekolah, guru-guru, cinta monyet, hukuman karena kenakalan anak yang nakal. Kalau saya jelas jarang di hukum yak? Saya kan anak yang baik ahahahaha. Kali aja nanti pas tulisan ini di publish di share di grup ada yang mau nambahin cerita gitu.

Masa Kini

Yang pasti semua berubah. Masing-masing kita menjalani takdir kisah hidup kami sendiri. Ya iyalah ya ahahaha.

Memang belum genap sekelas yang terhubung, maklumlah jumlah kami sekelas melebihi batas standar. 44 siswa tentu ini jumlah yang amat banyak toh?

Belum ada 50% yang aktif sih, tapi tetep bersyukur bisa menyambung tali silaturahmi kembali. Yang pasti seru, dan efeknya itu membuat kita merasa menjadi remaja kembali.

Dan lewat tulisan ini, berharap banget agar kita semua bisa tetap menjaga keharmonisan silaturahmi yang sudah terjalin ini. Sebisa mungkin hindari obrolan hal-hal yang berbau sara karena itu sensitif banget. Issue politik dan fanatik aliran-aliran bisa banget menghancurkan hubungan pertemanan, beneran!

Oiya ada beberapa kisah sedih, 3 teman kami sudah kembali di panggil Gusti Allah. Mudah-mudahan segala amalnya diterima dan mendapat tempat terbaik disisiNya, Aamiin.
Satu lagi, yang punya kesempatan dan sempet sering-sering ngopi bareng yaaa sharing tukar pikiran dan jangan curiga-curigaan. Oke sipppp!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *