Penerapan Social Distancing Dalam Keluarga Dan Lingkungan Sekitar Untuk Mencegah Tertular COVID-19

Apa artinya Social Distancing?

Pembatasan sosial (Social Distancing) atau menjaga jarak adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang bertujuan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang yang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan menularkan penyakit, morbiditas, dan terutama, kematian.

Wikipedia.

Jelas ya dari pengertian di atas apa itu social distancing serta tujuannya. Jadi, harapannya, jika social distancing ini benar-benar diterapkan sesuai prosedur maka laju penyebaran COVID-19 akan terkendali.

Namun, pada kenyatannya istilah social distancing sendiri banyak tidak dipahami oleh masyarakat luas. Maka dari itu, WHO sendiri menganjurkan social distancing disebut dengan physical distancing.

Social Distancing Dalam Keluarga

Perlukah jaga jarak dalam keluarga? sangat perlu. Menurut saya, sangat penting malah.

Ketika kita lihat jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 semakin hari makin banyak, tentu membuat kita sedih dan khawatir. Dan kita juga tahu bahwa diantara mereka, yang positif ada hubungan saudara. Seperti kasus positif (1), (2), dan (3), mereka satu keluarga.

Saya sendiri, karena tinggal dengan orang tua yang sudah sepuh tentu saja merasa khawatir. Kami semua sudah berdiskusi, bahwa satu sama lain harus saling mendukung dan jaga jarak. Semua mengupayakan kesehatan diri sendiri. Jangan sampai jika kejadian (semoga tidak, aamiin) ada yang terinfeksi, tidak semua kena.

Apa saja yang harus dilakukan ketika social distancing diterapkan dalam kehidupan keluarga

  • Komitmen untuk menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan pakai sabun.
  • Jika ada yang batuk dan flu, sebisa mungkin tidak kontak fisik dengan anggota keluarga lainnya, dan menggunakan masker.
  • Tidak menggunakan alat makan bersama/bergantian. Ini penting buat kami, soalnya saya sering joinan saat bikin minuman.
  • Buat peraturan, hanya jika sangat penting untuk urusan keluar rumah.

Social Distancing Dalam Masyarakat

Berapa jarak aman saat kita berinteraksi dengan orang lain agar terhindar dari menularkan atau tertular COVID-19. Enam langkah atau sekitar 2 meter menjadi jarak yang tepat dalam penerapan social distancing.

Tapi pada kenyataannya saat digalakkan penerapan social distancing ini, masih banyak pelanggaran oleh masyarakat. Buktinya muncul banyak cluster positif COVID-19 dari mereka yang tetap melakukan kegiatan berkumpul dengan banyak orang.

Penerapan social distancing dalam masyarakat antara lain dilakukan dengan beberapa cara. Apa saja?

  • Work from home. Ini menekan sekali mobilitas orang untuk bepergian ke berbagai tempat dan bertemu dengan banyak orang.
  • School from home. Tujuannya juga sama, menghindari anak-anak ketemu dan berkumpul dengan banyak teman lainnya.
  • Belanja online, jika terpaksa harus belanja ke swalayan/pasar, ingat jaga jarak dan masker.
  • Sementara hindari dulu menjenguk orang sakit atau silaturahim.
  • Menunda pertemuan, seminar, atau rapat dengan banyak orang. Bisa diganti dengan rapat online.

Sekuat apapun kita berupaya menghindari COVID-19, atau sehebat apapun peraturan yang ditetapkan, jika tidak ada kesadaran dan kerjasama dari kita semua, niscaya sulit kita terhindar dari bencana ini. So, yuk teman-teman kita gotong royong, jaga jarak dan patuh sama aturan.

Semoga badai covid-19 ini segera berlalu.

Sumber Bacaan

  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pembatasan_sosial
  • Gambar dari pixabay di edit dengan canva dan phonto.

Sekian, terimakasih.

Lina Sophy

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *