Lompat ke konten
Home » ceritaku » Halaman 4

ceritaku

Aku : Orang Jawa Yang Tak Tahu Jawa

Miris sekali dengan judulnya, orang Jawa yang tak tahu Jawa.

Beberapa waktu lalu, aku sempet ngobrol ngalor ngidul bareng sahabat Gin tentang pendidikan. Sebetulnya ini tema obrolan yang nggak ada habisnya. Carut marutnya pendidikan, dibahas, diurai, dipikirkan ataupun mau diapain juga begitu-begitu saja. Bahkan banyak banget hal yang sebetulnya ingin kutuliskan, nyatanya nggak jadi-jadi juga.

Suatu kali si mamang ini bercerita tentang hal yang membuatnya tertarik untuk dipelajari lebih mendalam. Katanya, dia banyak mengamati orang-orang tua. Kecerdasan orang jaman dulu dengan kini sangat jauh berbeda. Menurutnya lagi, dia sering terpesona dengan kemampuan orang-orang tua dalam melakukan pekerjaan, menganalisis, memperhitungkan sesuatu dan sebagainya. Padahal orang-orang tua tersebut tidak sekolah tinggi-tinggi. Menghitung kebutuhan bahan baku bangunan, ukuran dan biaya pembuatan rumah misalnya, tak perlu banyak waktu, hanya segini, segini, dan segini, ketemu totalnya. Tanpa corat caret, tanpa kalkulator, pokoknya tanpa alat bantu apapun dengan mudah diselesaikan. Padahal hanya lulusan SR (Sekolah Rakyat).

Memang, pengalaman pasti sangat berpengaruh. Tapi, bisa jadi memang proses pembelajaran jaman dulu juga memberikan pengaruh besar. Jaman dahulu, menulis di atas sabak dan setelah selesai pelajaran sabak dibersihkan. Bagaimana murid tetap bisa mengerti materi yang telah diajarkan. Coba tanyakan sama simbah-simbah jaman dulu bagaimana menghitung luas atau volume tabung? aku yakin mereka masih mengingatnya. Dan hal inilah yang menarik untuk dipelajari lebih mendalam. Kumpulkan saja cerita-cerita para orang tua tentang SR dan mungkin dapat banyak pelajaran.

Selengkapnya »Aku : Orang Jawa Yang Tak Tahu Jawa

[Dapur] Mencicipi Makanan Pokok Jaman Nenek Moyang

Nasi Tiwul. Siapa yang pernah coba ngerasain nasi tiwul? pasti jarang ya??! Konon ceritanya nenek moyang kita saat jaman penjajahan jepang dulu makanan pokoknya ya nasi tiwul. Beberapa wilayah di pelosok-pelosok jawa sekarang ini juga masih banyak yang menggunakan tiwul sebagai makanan pokok.
Hasil googling, ternyata tiwul ini juga bisa dijadikan bahan pokok aneka macam kue. Pinter-pinter dan kreatip sebenernya masyarakat kita ya? tapi entah gimana rasanya, aku belom coba.Selengkapnya »[Dapur] Mencicipi Makanan Pokok Jaman Nenek Moyang

Alam Kita

suatu kali aku pernah bercerita pada anak-anak
tentang harmonisasi alam yang sangat indah
hubungan yang sangat mesra dan tergantung satu sama lain
bahwasanya kita saling bergantung dengan makhluk lainnya
kita butuh makan, alam menyediakannya
kita butuh minum, alam menyediakannya
kita butuh angin, alam menyediakannya
kita butuh bangun rumah, alam menyediakannya
kita butuh udara, alam menyediakannya
kita butuh apapun juga, alam menyediakannya
mereka bertanya,
lalu makhluk lain di alam ini apakah memerlukan kita?
ya, tentu saja. mereka juga harus kita hormati,
penuhi keperluannyaSelengkapnya »Alam Kita

Andai-Andai

di perempatan jalan
andai saja,
setiap orang kaya mengambil satu anak yang kurang beruntung
setiap orang yang lebih kaya mengambil dua anak yang kurang beruntung
setiap orang yang kaya sekali mengambil tiga anak yang kurang beruntung
setiap orang yang sangat kaya sekali mengambil empat, lima dan seterusnya anak yang kurang beruntung
memenuhi setiap kebutuhannya
tak akan ada istilah anak jalanan
di jalanan yang macet
andai saja dalam sekejap,
mobil-mobil berubah menjadi andong atau gerobak
sepeda motor yang jumlahnya ribuan berubah menjadi ontel
yang menyumbang emisi karbon dari kentut knalpotnya
tak akan sesak nafas iniSelengkapnya »Andai-Andai

Pucat

Pasi Seperti bulan yang tertangkap pagi ini Cilacap, April 2012 s-o-p-h-y