Home » Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan disekitar kita

Beberapa hari lalu ketika sowan Bulik suami, saya sempat diceritakan tentang teman beliau. Seseorang yang mempunyai sifat kepemimpinan, memiliki karakter baik sehingga beliau dihormati dan diingat semua orang.

Beliau adalah seseorang yang mampu membuat semua orang yang jadi teman bicara merasa jadi orang paling istimewa. Tidak memandang siapa yang dihadapi, perlakuannya sama kepada semua orang.

Apa yang saya dapat dari cerita Bulik saya? Tentu saja keteladanan. Inilah karakter hebat dari seorang pemimpin yang mampu memanusiakan manusia. Dan saya yakin, tipe pemimpin seperti ini adalah dambaan semua orang dan mampu menggerakkan semua bawahan mengerjakan tugas secara bertanggung jawab.

Pemimpin yang dirindukan masa kini

Kondisi Indonesia saat ini

Pemimpin yang kita butuhkan adalah pemimpin yang bisa menyatukan segala perpecahan.

Pernahkah kalian semua memikirkan keadaan Indonesia kini? Lalu, apa yang kalian rasakan? Apakah kebutuhan hidup tercukupi? Aman dan nyaman? Punya pekerjaan? Lingkungan sehat?

Saya yakin sekali, akan ada banyak muncul persoalan yang dihadapi masyarakat. Apalagi saat di tengah Pandemi seperti ini, yang segalanya serba terbatasi.

Permasalahan ini bukan saja jadi tanggung jawab pemimpin Negara. Tapi semua elemen masyarakat dan pemerintah tentu saja. Jika semua berjalan sesuai tugas dan fungsinya, maka kehidupan pun akan berjalan baik.

Seandainya aku jadi pemimpin, apa yang akan aku lakukan untuk Indonesia?

Bermuluk-muluk sekali? Ahahaha! Tapi tak mengapa, sesekali berfikir jika aku jadi pemimpin sejatinya aku sedang belajar dan menilai kemampuan diri sendiri.

Indonesia Negara yang begitu besar dan luas. Sebagai negeri kepulauan dan agraris serta memiliki ragam budaya, suku, ras, dan agama.

Dan tentu saja masalahnya pun begitu kompleks dan ruwet dari hasil warisan masa lalu. Sejak jaman merdeka, cita-cita hidup makmur sejahtera masih sangat belum merata.

Memikirkan saja, saya sudah ikut ruwet. Harapannya memang kita butuh pemimpin yang setidaknya mampu menggerakkan semua pemerintah dan semua tatanan masyarakat menjalankan tugas dan fungsinya secara bertanggung jawab. Sehingga tercipta kehidupan yang sejahtera.

Jadi bagaimana jika aku jadi pemimpin?

Sejatinya saya ini juga pemimpin, bagi diri saya sendiri. Merindukan kehidupan yang aman, nyaman, sentosa, adil makmur dan sejahtera. Maka dari itu, saya akan berusaha bertanggung jawab dan berbuat baik semampunya, untuk berkarya dan berbagi, memperbaiki diri dan lingkungan.

Melihat kondisi alam Indonesia kini rasa-rasanya kita sangat dekat dengan berbagai bencana. Entah karhutla, kekeringan, tanah longsor dan yang sekarang banyak dialami banjir bandang.

Apa sebabnya? Keserakahan manusia. Pembangunan yang dilakukan terus-menerus tanpa memikirkan dampak buruk yang akan terjadi. Kalau menurut saya pribadi, yang paling terlihat jadi pokok masalah kita adalah keadaan hutan. Iya HUTAN!

Tapi, jika saya ini seorang pemimpin, pastinya akan ada program edukasi mengenalkan dan membumikan hutan pada masyarakat secara berkesinambungan

Kondisi lingkungan di sekitar kami

Saya hidup di sebuah desa kecil di wilayah Kabupaten Cilacap. Desa yang masih memiliki hutan dan mayoritas penduduk adalah petani. Meskipun kota Cilacap terletak di pesisir pantai selatan, tapi letak desa kami lumayan jauh dari pantai.

Kondisi alam di desa

Sekian tahun merasakan kehidupan yang ada di desa, makin hari bukan merasa sejuk tapi sebaliknya. Keresahan petaninya pun mungkin sama dengan tempat lain.

Ketidakpastian cuaca, kekurangan air yang makin terasa karena memang sawah di wilayah kami ini tadah hujan, saat musim penghujan sering banjir dan hutan yang masih belum terkelola secara maksimal.

Permasalahan kompleks ini bukan tidak bisa diselesaikan, kan? Butuh perjuangan dan kerjasama semua pihak yang ada.

Kondisi hutan kami

Perlindungan Hutan Indonesia
jelajah hutan desa

Ngapain main ke hutan, kurang kerjaan banget sih.

Begitulah kira-kira reaksi orang saat kami mau jalan ke hutan di ujung desa. Mungkin melihat kegiatan kami ini sebagai sesuatu yang tidak berguna dan hanya membuang waktu saja.

Padahal saya merasa beruntung bisa masuk hutan. Ini berkat teman-teman saya yang concern di bidang konservasi alam dan punya agenda main di hutan desa saya. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan maka ikutlah eksplor hutan untuk menambah wawasan dan dengan niat refreshing.

Wilayah hutan perhutani di desa kami seluas kurang lebih 60ha. Terbagi menjadi dua, yaitu hutan produksi yang dikelola bersama masyarakat dan hutan lindung seluas kurang lebih 26ha.

Keadaan hutan lindung

Dari kurang lebih 26 ha hutan lindung, lerengnya masih dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk bercocok tanam. Hal ini pasti berdampak lebih buruk bagi kehidupan di sekitar. Penyerapan air dan fungsi hutan lainnya akan berkurang.

Hutan perhutani
hutan milik perhutani

Kondisi seperti inilah yang membuat kerusakan lingkungan semakin parah. Lebih jauh lagi pemanfaatan hutan yang tidak terkontrol seperti ini yang akan membuat keanekaragaman hayati disana semakin sedikit dan punah.

Ketika saya kecil, saya masih mendengar cerita tentang banyaknya hewan dilindungi seperti rusa, monyet dan aneka burung yang hidup disana. Namun, saat saya datang kemarin, hanya menemukan jejak-jejak kaki babi hutan saja.

Meskipun masih terlihat hijau, tanaman di hutan lindung ini sangat kurang, banyak semak dan alang-alang. Pohon tegak besar hanya sedikit, lebih di dominasi tanaman rotan dan bambu.

Tapi saya masih bersyukur bisa melihat jenis anggrek langka. Menutut penjelasan kawan saya, anggrek ini bernama Didymoplexis Pallens yang tumbuh di antara tumpukan daun kering. Tidak berdaun dan tanaman yang meski ukurannya mungil, tapi bunga ini sangat cantik.

Anggrek hutan
Anggrek hutan

Perlu edukasi untuk menjaga hutan disekitar kita

Hutan sebagai sumber daya alam yang (tidak) dapat diperbaharui

Hutan adalah sumber kehidupan. Karena hutan bermanfaat sebagai pemasok oksigen, penyerap air, habitat aneka hewan dan tumbuhan dan menyediakan banyak manfaat lain.

Hutan disebut sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui karena hutan mampu dengan sendirinya tumbuh dan berkembang. Tapi itu dahulu, kenyataannya kini akibat keserakahan manusia, hutan dieksploitasi secara besar-besaran. Mengakibatkan kerusakan dan memberikan dampak sangat buruk bagi bumi.

Langkah untuk memperbaiki kondisi hutan Indonesia

Kata teman saya yang concern di bidang konservasi alam, mengatakan mengembalikan hutan lestari itu pekerjaan yang tidak mudah. Semua pihak harus terlibat baik pemerintah maupun semua elemen masyarakat.

Harus ada ketegasan Pemerintah

Pemerintah punya peran paling penting untuk mengelola fungsi hutan. Stop pembukaan lahan hutan menjadi ladang industri. Dan perlu ada tindakan nyata yang harus dilakukan untuk perlindungan dan perbaikan hutan kita.

Baca juga :

Perlu edukasi untuk menjaga hutan disekitar kita

Perlu edukasi untuk menjaga hutan disekitar kita

Peran pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan sangat penting. Karena jika masyarakat paham betapa pentingnya hutan untuk keberlangsungan kehidupan niscaya masyarakat akan menjaga hutan disekitarnya.

Mengenal Hutan kita

Beberapa hal penting yang yang mungkin bisa dilakukan untuk edukasi masyarakat tentang kegiatan menjaga hutan.

  1. Sosialisasi tentang pentingnya hutan bagi kehidupan dan kesehatan bumi
  2. Melakukan kerjasama yang baik dengan masyarakat desa hutan untuk memanfaatkan hutan produksi
  3. Bekali masyarakat sekitar hutan dengan banyak keterampilan sehingga tidak mengambil manfaat terlalu banyak/merusak hutan. Kegiatan ini seharusnya berkesinambungan.
  4. Jika ada pengembangan hutan menjadi hutan wisata, tetap bekali masyarakat untuk tidak merusak fungsi hutan itu sendiri.

Peran generasi muda untuk menjaga hutan disekitar kita

Peran generasi muda untuk menjaga hutan sangat dibutuhkan. Sebagai generasi di era teknologi informasi ini para generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang aktif melakukan kegiatan dan kampanye cinta hutan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan para generasi muda antara lain:

  1. Bergabung dengan komunitas pecinta lingkungan
  2. Ikut serta dalam kegiatan penghijauan dan penanaman pohon
  3. Berkarya dengan membuat video/tulisan atau apapun yang kalian bisa tentang kampanye cinta hutan dan lingkungan
  4. Selalu update ilmu pengetahuan tentang lingkungan hidup dan hutan
  5. Belajar mengenal keanekaragaman hayati, flora dan faunanya sehingga mampu menjaga kelestarian agar yang tersisa tidak punah.
Peran generasi muda untuk menjaga hutan

Saya percaya dengan istilah jika tak kenal maka tak sayang. Begitupun dengan hutan disekitar kita. Jika kita mau mengenal lebih jauh, apa itu hutan, fungsi dan manfaatnya, segala isinya, maka akan tumbuh rasa sayang dan bersedia untuk menjaganya.

So, kalian para pemuda, kalian mau berperan sebagai apa untuk melindungi hutan Indonesia?

Semoga bermanfaat!

29 tanggapan pada “Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita”

  1. Di rumah sebagai orang tua harus bisa menjadi pemimpin untuk anak2 dengan mengajarkan kelestarian hutan. Mengajak mereka dengan wisata alam ke hutan sebagai salah satu edukasi untuk menjaga kelestarian hutan indonesia

  2. kecintaan terhadap hutan harus dipupuk sejak dini. supaya generasi mendatang peduli dengan kelestarian hutan. bayangin kalo hutan habis, gimana nasib sumber pangan yg ada di dalamnya. bisa krisis pangan dan berbagai bencana mengancam duh jangan sampe deh

  3. Pemimpin yang memanusiakan manusia. Yasss nggak semua pemimpin bisa seperti itu ya mbak 🙂 Keren banget nih, “tamparan” untuk generasi muda, mau jadi apa kelak? ya minimalnya bisa memimpin diri sendiri dengan baik “)

  4. Setuju mba. Menurut aku juga begitu, perlu ketegasan juga dari pihak pemerintah dalam menjaga hutan ini dan kerja sama ama masyarakat dan kita semua untuk menjaga hutan. Sedihnya itu, banyak orang berlibur ke hutan, travelling ke hutan tapi mereka bukan menjaga hutan malah buang sampah di hutan. Ah miris sekali

  5. Memang selalu dilema ya antara “kebutuhan selain perut” dengan kelestarian hutan. Kalau hanya untuk kebutuhan perut, hutan itu sangat mencukupiiii. Namun, karena kebutuhan selain perut yang sangat tidak terbatas (kecuali kita yang menetapkan batasan), terjadilan eksploitasi hutan.

  6. Menjaga kelestarian hutan dgsknya hampir terlupakan bahkzn sispa yg berkuasa seolah ingin merampas hutan utk mendirikan projek2 yg bisa menguntungkan satu pihak yg seting terjadi selama ini membakar hutan secara sengaja utk kepentingan segslintir golongan. Bahus sekali kl ada edukasi tentang pentingnya memelihara hutan kpd para generasi muda demi kemajuan bangsa di masa depan. Keberlangsungan pemeliharaan dan menjaga hutan adalah kehidupan utkasa depan. Subhaanallah, kekyasaan Allah YME ditempat tumpukan ranting2 kering tumbuh bunga, konon bunga anggrek cantik berwarna putih. Indahnya.

  7. Bener banget mbak, saat ini peran generasi muda sangat diperlukan untuk jaga hutan karena orang-orang tua sebelum kita sudah melakukan semaksimal yg mereka bisa. Sekarang tanggung jawab ada pada kita ya

  8. Kaum muda harus sejak dini dikenalkan kepada lingkungan sekitar. Kemampuan menguasai teknologi itu penting, namun harus dikombinasikan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga ya. Bagaimanapun juga bumi ini kan tempat kita hidup selamanya. Kalau bukan kita yang menjaga, ya mau siapa lagi kan?

    1. Hutan kita makin ke sini makin terkikis. Memang benera banget. Perlu adanya edukasi untuk melestarikan hutan. Terutama bagi generasi penerus untuk mewujudkan hutan Indonesia kembali megah dan lestari sampai jangka waktu yang sangat panjang.

  9. Bagus programnta membumikan hutan pada masyarakat, supaya masyarakat juga lebih mnegenal hutan sebagai paru-paru bumi ya. Menjadi pemimpin di lingkungan kecil dulu ya mbak mengedukasi perlunya menjaga hutan di sekitar

  10. Anggrek langkanya itu kalau misal dibudidayakan diluar hutan gitu bisa berkembang nggak ya?

    Beneran cantik bunganya, putih, mungil.
    Duh saya kok jadi pengen juga blusukan ke hutan dan menemukan hal-hal mengasyikkan dihutan

  11. Iya setuju kudu ada ketegasan pemerintah.
    Kyknya kapan hari ada ahli kehutanan ngetwit hutan kita udah berkurang banyak dan kita merosot jd peringkat ke berapa gtu sebagai pemilik hutan tropis di dunia, sad 🙁
    Pdhl hutan harus dilindungi demi masa depan anak2 kita ya mbak.
    Yes peran generasi muda dibutuhkan dan saya brsyukur di Indonesia masih ada penggiat kempen utk save hutan ini

  12. Betul sekali mbk, penting sekali menjaga hutan. Hutan harus dilindungi untuk keberlangsungan hidup yang sejahtera. Sedih banget kalo lihat hutan yang pelan pelan mulai dibuat pabrik atau bangunan.

  13. Maaf ya Mba yang benar nulisnya di sekitar kata tempat harus dipisahkan. Btw hutan di sekitar saya masih banyak yang asri. Tapi banyak juga yang mulai rusak. Seiring dengan bertambahnya jumlah manusia in the world

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *