Produksi Sarung Instan Anak Untuk Momen Terbaik Lebaran Tahun Ini

Assalamu’alaikum,

Alhamdulillah hampir sampai diujung ramadhan. Sudah pada mudik ya? Ini suasana di kampung sudah sangat terlihat makin ramai. Serunya jelang lebaran ya begini, kehangatan dimana-mana.

Perjalanan bulan ramadhan tahun ini sebenarnya nggak banyak berbeda dengan ramadhan tahun lalu. Sebagai ibu rumah tangga, momen terbaik ramadhan ya menyiapkan menu buka sahur. Kalau saya tambah momong bocah balita yang belum mau belajar puasa. Ya tiap kali diajakin puasa, drama pun dimulai megang perut dan bilang nanti aku keparan dan nanti aku kurus. Tapi okelah namanya juga anak-anak. Nanti kalau sudah tamziz pasti harus puasa.

Baca juga Bagaimana mengajarkan puasa pada anak-anak

Ada hal seru sih di ramadhan kali ini. Hubungannya dengan dunia blogging, saya kan berniat kembali menekuni setelah lama vakum. Nah karena lama nggak nulis, memulai kembali ternyata sulit, menulis separagraf saja lamanya minta ampun. Beruntung Blogger Perempuan Network ngadain challenge buat nulis selama 30 hari dengan tema yang sudah ditentukan per harinya. Seru banget, buat mengisi waktu ramadhan sekaligus belajar menulis.

Baca juga Ide mengisi waktu Ramadhan untuk ibu rumah tangga produktif

Selain menulis, mungkin hal yang paling berkesan adalah selama bulan ramadhan ini waktu saya banyak dihabiskan untuk membuat sarung instan anak-anak. Ini momen terbaik selama ramadhan, menurut pribadi saya.

proses membuat sarung instan

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan ditulisan sebelum-sebelumnya, bahwa berawal dari membuatkan sarung untuk anak, akhirnya ditekuni menjadi sebuah bisnis kecil-kecilan. Untungnya nggak banyak tapi lebih berniat menyemangati anak-anak belajar ngaji dan sholat.

gambar dari customer
gambar dari customer

Feed back semacam gambar-gambar diatas itu yang membuat saya pun tetap bersemangat. Mungkin dengan karya kecil semacam ini bisa ada nilai kebaikannya. Katanya, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

Dan untuk ramadhan ini saja, ada sekitar 200 pcs sarung yang saya buat. Melelahkan memang, tapi ada rasa bahagia. Bila ada anak-anak entah dimana mereka pakai sarung saya belajar ngaji dan sholat disitulah rasa bahagia saya ada.

gambar dari customer

Gambar terakhir ini kiriman dari customer di Jakarta. Yang saya tidak pernah kenal sebelumnya. Dan ketika sampai sarungnya dipakai sholat begitu. Gimana saya nggak ikut meleleh coba?

So, jadi cerita inilah yang menjadi momen terbaik untuk saya di ramadhan tahun ini. Sekian, terimakasih.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. niklosebelas berkata:

    YAMPUN lucu bangettt anak-anak pake sarung kecil ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *