Putus Mata Rantai Anemia Dengan Edukasi Dan Pemenuhan Nutrisi

Putus mata rantai anemia
Putus mata rantai anemia

Putus mata rantai anemia dengan edukasi dan pemenuhan nutrisi. Anemia adalah salah satu masalah kesehatan lintas generasi di Indonesia yang belum tuntas hingga kini.

Tanggal 25 Januari adalah hari gizi Nasional. Dan ada perayaan hari gizi Nasional kali ini, pemerintah mengusung tema Remaja Sehat Bebas Anemia “Gizi seimbang, Remaja sehat, Indonesia Kuat”.

Anemia jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa menjadi masalah besar bagi Indonesia. Jadi menurut saya, upaya penuntasan masalah anemia ini memang sangat penting.

Momentum Hari Gizi Nasional

Hari gizi Nasional
Remaja sehat bebas anemia

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018, 3-4 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia. Tentu saja hal ini menjadi masalah besar, karena anemia sendiri merupakan penyakit lintas generasi, apabila tidak tertangani akan terbawa dalam fase hidup selanjutnya.

Pada perayaan hari gizi Nasional ke-61 ini, tepat jika pemerintah berupaya mengatasi permasalahan anemia pada remaja ini. Meskipun bukan hanya anemia yang menjadi masalah, akan tetapi defisiensi nutrisi memang masih menjadi masalah besar kita.

Tujuan peringatan hari gizi Nasional kali ini agar semua pihak yang memiliki kewenangan dan masyarakat umum mampu bekerja saja dalam upaya perbaikan gizi pada remaja. Sehingga, harapan kedepannya masalah anemia ini bisa teratasi.

Apa itu Anemia?

Anemia Defisiensi Besi
Anemia

Anemia atau yang sering kita sebut kurang darah adalah penyakit yang sangat umum terjadi. Penyakit dimana kondisi tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat.

Meskipun anemia ini merupakan penyakit yang umum terjadi, penyakit ini tidak boleh kita sepelekan. Pada beberapa kasus anemia berdampak buruk dan menyebabkan kematian.

Anemia merupakan penyakit lintas generasi. Penyakit ini bisa menyerang pada remaja, ibu hamil, bayi maupun anak-anak. Dan apabila tidak ditangani, maka akan berdampak buruk dan berkelanjutan sampai jangka panjang.

Putus mata rantai anemia dengan edukasi dan pemenuhan nutrisi

Anemia merupakan penyakit yang berdampak jangka pendek maupun panjang dan berpengaruh pada masa depan. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya untuk memutus mata rantai anemia ini.

Faktor penyebab banyaknya orang yang mengidap penyakit anemia ini bukan karena kondisi ekonomi yang menyebabkan asupan makanan defisiensi nutrisi, lho? Tapi, banyak juga karena ketidaktahuan akan penyakit anemia ini.

Maka, edukasi pada masyarakat secara luas dan berkelanjutan harus selalu dilakukan. Semakin banyak masyarakat yang tahu jenis penyakit anemia, gejala, akibat dan bagaimana upaya penyembuhan, maka usaha putus mata rantai anemia menjadi lebih mudah.

Jenis anemia dan penyebabnya

Dalam kolom komentar pada postingan tentang anemia di Instagram saya, ada yang bercerita bahwa saudaranya meninggal dunia akibat anemia aplastik. Hal ini membuat saya penasaran dan mencari tahu jenis anemia.

Beberapa jenis anemia yang umum terjadi antara lain:

1. Anemia Defisiensi Besi

Anemia Defisiensi Besi adalah penyakit dimana tubuh kekurangan zat besi. Penyebabnya ada beberapa faktor antara lain; kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, kehamilan, menstruasi, obat-obatan dan sebagainya.

2. Anemia Hemolitik

Yaitu anemia yang disebabkan karena rusaknya sel darah merah dan kondisi tubuh belum memproduksi sel darah yang baru/pengganti. Jenis anemia ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti thalasemia, infeksi, efek samping obat dan lainnya.

3. Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Untuk memproduksi sel darah merah tubuh memerlukan vitamin B12 dan Folat. Nah, Anemia defisiensi vitamin B12 dan Folat merupakan anemia yang disebabkan oleh kurangnya salah satu atau kedua dari faktor tersebut.

4. Anemia Aplastik

Jenis anemia aplastik ini adalah yang paling berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian. Penyebabnya adalah tubuh tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup karena kerusakan pada sumsum tulang belakang.

Selain empat jenis anemia di atas, tentu saja masih ada jenis lainnya lagi. Dan menurut Riskesdas tahun 2018, sekitar 50-60% merupakan anemia defisiensi besi.

Anemia Defisiensi Besi (ADB)

Anemia defisiensi besi ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Lalu kenapa ini jadi masalah? Karena zat besi dalam tubuh sangat diperlukan guna memproduksi sel darah merah.

Semua kelompok usia rentan terhadap anemia defisiensi besi. Baik dari remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita maupun anak-anak.

Dampak dari penyakit anemia defisiensi besi ini bisa diturunkan dan bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti terkena penyakit kronis tidak menular. Tentu saja ini mengkhawatirkan bukan?

Gejala anemia defisiensi besi
Gejala anemia defisiensi besi

Gejala dan akibat anemia defisiensi besi pada remaja

Gejala yang sering muncul dari penderita anemia defisiensi besi ini antara lain:

  • Kelopak mata terlihat pucat
  • Kulit tampak pucat
  • Sering sakit kepala
  • Tekanan darah rendah
  • Nafas cepat atau sering sesak nafas
  • Nadi cepat
  • kelemahan otot
  • Pembesaran limpa

Akibat yang bisa ditimbulkan dari anemia defisiensi besi pada remaja ini banyak. Prestasi belajar menurun, mudah lelah, dan akan terbawa sampai fase kehidupan nanti.

Gejala dan akibat anemia pada ibu hamil

Ibu hamil sangat rentan terkena penyakit anemia defisiensi besi. Maka dari itu, saat hamil sangat dianjurkan untuk selalu kontrol rutin agar kondisi ibu hamil terpantau kesehatannya.

Gejala umum yang terjadi saat ibu hami terkena anemia defisiensi besi antara lain:

  • Wajah tampak pucat
  • Sering pusing dan berkunang-kunang
  • Nafsu makan berkurang
  • Lemas dan mudah letih

Akibat yang bisa ditimbulkan dari wanita hamil yang terkena anemia defisiensi besi ini adalah bisa melahirkan bayi prematur. Selain itu kondisi anemia bisa diwariskan pada bayi dan anak lahir dengan berat badan kurang.

Gejala anemia defisiensi besi pada bayi, balita dan anak-anak

Bagaimana jika bayi dan balita mengalami anemia defisiensi besi? Pastinya proses tumbuh kembang anak anak terganggu. Bisa menyebabkan kemampuan kognitif terhambat maupun tentang terjadi stunting.

Gejala yang terlihat saat bayi mengalami anemia antara lain?

  • Mudah rewel
  • tidak aktif bergerak
  • Wajah pucat
  • Kurang nafsu makan
  • Mudah mengantuk
  • Susah konsentrasi
  • lemas dan mudah letih
  • Gangguan pertumbuhan

Upaya mengatasi anemia defisiensi besi

  • Konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Makanan sumber zat besi antara lain terdapat pada daging sapi, daging ayam, hati ayam, hati kambing, ikan salmon, brokoli, kecipir dll.
  • Memberikan susu pertumbuhan yang sesuai umur untuk balita dan anak-anak.
  • Cukupi kebutuhan vitamin C untuk penyerapan zat besi
  • Mengedukasi masyarakat agar bisa lebih memperhatikan nutrisi yang terkandung dalam makanan.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi yang dibutuhkan tubuh
  • Pemberian suplemen vitamin dan zat besi. Akan tetapi, perlu konsultasi dosisnya agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.
  • Selain memperhatikan expired date pada kemasan makanan, masyarakat perlu memperhatikan nutrisi yang terkandung.

Peran Danone Indonesia dan Indonesian Nutrition Association dalam memutus mata rantai anemia

Webinar event Hari Gizi Nasional

Dalam rangka memperingati hari gizi Nasional Indonesia, Danone Indonesia dan Indonesian Nutrition Association mengadakan webinar yang bertajuk peran nutrisi dalam tantangan kesehatan lintas generasi.

Webinar ini menghadirkan dua Nara sumber yakni dr. Diana Sunardi, Mgizi, SpGK dari INA dan bapak Arif Mujahidin dari Danone Indonesia. Materi dari webinar ini sangat menarik dan mengedukasi.

Bagi kalian yang penasaran bisa lihat siaran ulangnya, kok!

Danone Indonesia berkomitmen untuk turut serta dalam usaha meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Dengan visi “One Planet, One Health” yaitu bahwa kesehatan manusia dan planet saling berhubungan, maka Danone Indonesia berusaha melindungi dan memelihara keduanya.

Produk Danone Indonesia

Sebagai perusahaan penyedia makanan dan minuman bernutrisi, Danone Indonesia menyediakan inovasi nutrisi guna memenuhi kebutuhan zat gizi dan mendukung penyerapan zat gizi pada anak di atas satu tahun.

Danone Indonesia
Produk Danone Indonesia

Produk dari Danone Indonesia antara lain air mineral, minuman bernutrisi, susu pertumbuhan dan susu bagi ibu hamil dan menyusui.

Aksi Danone Indonesia dalam upaya edukasi masyarakat tentang gizi dan kesehatan

1. GESID

Gerakan Sehat Indonesia (GESID) adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membangun pemahaman serta kesadaran remaja akan pentingnya kesehatan gizi pada remaja, 1000 hari pertama kehidupan, dan pendidikan karakter. Kegiatan ini diikuti oleh 2000 siswa dari 5 SMP dan 5 SMA.

2. Taman Pintar

Pernahkah kalian mengajak anak-anak mengunjungi taman pintar Yogyakarta? 4 fasilitas kesehatan yang berfokus pada kesehatan dan gizi di taman pintar Yogyakarta didukung oleh Danone Indonesia.

3. Duta 1000 pelangi

Duta 1000 pelangi adalah sebuah gerakan yang memberikan bantuan dan edukasi kepada para karyawan dan masyarakat tentang masalah gizi dan kesehatan. Agendanya membekali para karyawan dengan pengetahuan tentang kesehatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.

So, kalian sudah semakin paham kan akan bahaya anemia? Yuk sebarkan informasi mengenai isu kesehatan seperti anemia ini. Karena semakin banyak masyarakat yang melek informasi, maka putus mata rantai anemia pasti bisa.

Jangan lupa jaga kesehatan, banyak makan sumber zat besi, air mineral, vitamin C dan nutrisi lainnya! Salam sehat!

Baca juga :

Mungkin Anda juga menyukai

44 Respon

  1. Nurul Sufitri berkata:

    Ternyata bahaya anemia ini memang harus diputus mata rantainya supaya tidak ada lagi yang terkena penyakit ini. INA dan Danone berkontribusi berkelanjutan mengatasinya dengan berbagai program edukasi kesehatan masyarakat. Nice info ­čśÇ

  2. andiyani achmad berkata:

    lengkap sekali ulasannya mba, ini sangat membantu mengedukasi banyak masyarakat terutama wanita dan buibu dalam hal pemenuhan kebutuhan zat besi dalam tubuh

    • Lina Sophy berkata:

      Betul kak Aie, setuju banget karena perempuan lebih rentan kena anemia, sejak remaja, saat jadi bumil dan busui harus banget memperhatikan asupan nutrisi agar bebas anemia defisiensi besi. Dan ketika menjadi seorang ibu pun punya PR besar agar menu makan sehari-hari memenuhi kebutuhan zat besi anggota keluarga.

  3. Lidya berkata:

    Pemenuhan nutrisi yang sesuai untuk memutus mata rantai anemia di masyarakat ya, di awali dari keluarga sendiri. Semoga maysarakay makin eware dengan anemia dan segera mengatasinya

    • Lina Sophy berkata:

      Iya mbak, paling penting diawali dari keluarga. Perhatikan menu asupan yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh anggota keluarga. Dan jangan lupa sebarkan informasi mengenai masalah kesehatan seperti anemia mungkin ke tetangga dan saudara

  4. indah nuria berkata:

    ini yang penting… edukasi yang berkesinambungan dan tiada henti akan membantu kita untuk paham dan menghindari anemia ya

    • Lina Sophy berkata:

      Iya kak Indah, karena banyak yang kena ADB ini bukan karena tidak mampu membuat/membeli makanan bernutrisi, akan tetapi kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi harian tubuh kita

  5. Mugniar berkata:

    Saya pernah merasakan anemia hanya dalam waktu sebentar karena perdarahan pascamelahirkan … gak enak rasanya, Mbak. Semoga angka anemia bisa ditekan ya dengan program yang sudah menasional.

  6. Senangnya perusahaan seperti Danone Indonesia ikut berkomitmen untuk turut serta dalam usaha meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Termasuk dalam mengatasi masalah anemia ini. Karena memnag edukasi perlu terus dilakukan semua pihak sehingga tak terjadi lagi

    • Lina Sophy berkata:

      Iya mbak, senang sih ketika lihat perusahaan yang kegiatan sosialnya jalan dan memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat, apalagi ini soal kesehatan dan edukasi berkelanjutan

  7. Nanik Nara berkata:

    Gizi seimbang, Remaja sehat, Indonesia Kuat. Memang tepat banget kalau pemerintah mengusung tema ini ya. Sebagai persiapan juga menyambut bonus demografi di 2045. kalau remajanya sekarang nggak sehat, gimana pula kondisi bangsa ini di 2045.

  8. nurulrahma berkata:

    Anemia defisiensi besi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak dan kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Anemia bisa menyebabkan anak mengalami gejala merasa lelah, lemas, hingga sesak napas.

    Duh, edukasi semacam ini kudu nyampe ke semua ortu ya.
    Supaya generasi Indonesia sehaaattt dan merdeka dari anemia!

  9. Efi Fitriyyah berkata:

    Aku sempat mikir anemia mah ya anemia aja. tapi ternyata ada banyak macamnya bahkan sampai menyebabkan kematian, ya? Pas ngetik ini aku lagi mens dan jadi inget buat nambah asupan makanan yang bisa ngeboost zat besi dalam tubuh. Makan sama ati ampela enak nih kayaknya

    • Lina Sophy berkata:

      Rawan banget emang ya teh Efi, nggak hanya buat remaja yang saat menstruasi kena anemia, aku aja yang emak┬▓ kerasa banget keliatannya pusing dan pegel┬▓

  10. Utie adnu berkata:

    Nah animea ternyata banyak Jenis nya ya mba konsen banget Kita orangtua utk memenuhi kebutuhan nutrisi yg lengkap Dan tepat buat kaluarga

    • Lina Sophy berkata:

      Betul mbak, masih bisa dikejar kalau anemia defisiensi besi dengan perbanyak asupan makanan yang mengandung zat besi, tapi kalau sudah mengidap Anemia karena sebab lain ini pentingnya untuk kita kontrol kesehatan dan konsultasi ke dokter

  11. Dian berkata:

    anemia nggak boleh dianggap enteng ya mbak..
    rantai anemia harus segera diputus
    edukasi dan gizi adalah caranya
    Mulai sekarang harus makin gencar ya sebarkan edukasi tentang anemia ini

  12. Dari kehamilan pun seorang ibu harus memenuhi nutrisi agarjangan sampai kekuarangan zat besi ya. Oiya aku pernah ikutan acara SGM Danone, dan mendapatkan info tentang peran perusahaan ini dengan program seperti yang ada dalam tulisan ini

    • Lina Sophy berkata:

      Iya mbak, ini kalau kita kontrol kehamilan ke bidan/puskesmas juga dapat vitamin dan tablet suplemen zat besi agar jangan sampai ibu hamil anemia. Bukan hanya bahaya buat ibu tapi juga si janin juga

  13. Nathalia DP berkata:

    Wah saya baru, ternyata Taman Pintar yang di Yogya itu didukung sama Danone juuga ya… Mantap…

  14. andyhardiyanti berkata:

    Baca postingan ini jadi tahu deh kalau anemia itu ada banyak jenisnya. Sedemikian pentingnya pengetahuan mengenai anemia ini, gak heran kalau jadi tema Hari Gizi Nasional 2021. Supaya pada aware akan bahaya anemia.

  15. Herva yulyanti berkata:

    Setuju mba putus mata rantainua melalui edukasi dan pemenuhan nutrisi yah krn tak jaramg pulak masih nemui yang anggap enteng masalah ini

  16. lendyagasshi berkata:

    Kalau sudah anemia ini…ternyata gak nyaman banget.
    Pemenuhan zat besi harus banget ditambah dari supplemen ya…kalau dari asupan makanan tidak mencukupi.

  17. Adriana Dian berkata:

    anemia emang ngga boleh disepelekan yaaaa.. edukasi tentang anemia penting banget nih buat perempuan baik para ibu ataupun remaja yaaa

  18. ainun berkata:

    ternyata anemia bisa terjadi pada anak anak juga, aku baru tau nih mba

  19. Siti hairul berkata:

    Sosialisasi terhadap dampak kekurangan zat besi ini memang harus didukung semua pihak ya mak. Masyarakat juga harus terlibat secara aktif

  20. Ga nyangka ternyata anemia juga bisa menyebabkan kematian. Harus waspada nih. Mana Aku suka minum kopi yang bisa menyerap zat besi.

  21. Naqiyyah Syam berkata:

    Aku pas zaman SD SMP sekalu anemia, kalau upacara sering istrirahat gak sampai selesai. Alhamdulillah sekarang lebih sehat.

  22. Faradillah berkata:

    Aku sampai sekarang anemia dan butuh banget minum obat anemia kalo lagi menstruasi

  1. Maret 2, 2021

    […] Baca juga : Putus Mata Rantai Anemia Dengan Edukasi Dan Pemenuhan Nutrisi […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *