Review Film PIHU Dan Pelajaran Berharga Bagi Orang Tua

Review film Pihu
Sinopsis dan review film Pihu

Review Film PIHU : pelajaran berharga bagi orang tua – linatussophy.com.

Apakah kalian sudah nonton film PIHU ini? Gimana rasanya saat menonton? Deg-degan, sedih, haru, cemas atau bagaimana? Yang jelas sepanjang film mencekam dan mengandung bawang, jadi siapkan tissue, ya!

Film PIHU ini sebenarnya film lama yang tayang di tahun 2018, namun saya baru nonton pas awal tahun ini. Tapi nggak apa-apa telat, karena film ini tetap related ditonton kapan saja. Sebetulnya ada 3 film anak based true story yang saya tonton. Ada film Ayla dan Hamid, satu-satu saja reviewnya ya?!

Sinopsis dan Review Film PIHU

Genre film PIHU ini adalah sebuah thriller, dimana sepanjang film kita akan merasakan gelisah, sedih, dibuat kaget dan tegang dari awal sampai akhir. Gimana enggak, seorang anak usia 2 tahun berada dalam rumah dekat dengan benda berbahaya dan melakukan aktifitas yang membuat kita merasa ngeri banget.

Coba baca sinopsis dan review film Pihu ini, yuk!

Sinopsis

Film pihu
Review film Pihu

Genre : Thriller -Tahun Rilis : 2018 – Sutradara : Vinod Kapri – Artis : Myra Vishwakarma, Prerna Sharma – Produksi : RSVP Moviess & Roy Kapur Film

PIHU merupakan film India yang diangkat dari kisah nyata. Yaitu kejadian yang pernah dialami pada tahun 2013 di New Jersey Amerika Serikat, dimana seorang balita yang terjebak bersama dengan mayat Ibunya di sebuah apartemen.

Kematian ibunya (Pudja) dipicu oleh pertengkaran hebat dengan ayahnya setelah perayaan ulang tahun Pihu. Kemudian, Ayah Pihu pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan dan meninggalkan mereka berdua (Pihu dan Ibunya). Saat Pihu bangun, ia tidak menyadari bahwa ibunya telah meninggal dan menganggapnya tidur pulas.

Ketegangan-ketegangan pun dimulai saat Pihu melakukan berbagai aktivitas yang membahayakan. Bayangkan, dia dekat dengan setrika yang masih menyala karena ayahnya lupa nyabut dari stop kontak. Pihu nyalain kran air, kompor dan microwave lalu nggak tahu cara matiinnya. Terjebak dalam kulkas, dan yang paling bikin saya berdebar saat dia naik pagar di teras, ngeri banget gila!

Untungnya nih, masih ada hp ibunya yang bisa menghubungkan Pihu sama Ayahnya. Itupun setelah drama panjang akhirnya Pihu bisa meraih dan mengangkat telepon dari Ayahnya.

“Mama ninu, Mama ninu” ini nggak tahu ejaannya bener apa enggak, ya? Pokoknya aku dengernya si Pihu bilang begitu saat ayahnya menanyakan dimana ibunya. Dan akhirnya Ayah Pihu sadar ada sesuatu yang terjadi dengan istrinya dan hari itu juga melakukan perjalanan pulang ke rumah.

Saat Ayah Pihu sampai di rumah, tetangga sudah berkerumun di depan pintu rumahnya karena air menggenang sampai keluar. Kemudian ayahnya berhasil masuk lalu mendapati istrinya tak bernyawa. Kemudian ia mencari keberadaan Pihu, untung Pihu masih bisa selamat sedang bermain di kolong tempat tidur. Duh, malang sekali kamu, nak!

Review

Menurut saya film ini juara, baik dari ide cerita, sinematografi dan akting pemainnya. Myra Vishwakarma berhasil banget membawakan kisah Pihu, aktingnya apik dan natural banget. Katanya siy, sebelum mulai shooting sudah ada pendekatan dengan crew film sejak lama. Jadi pantas kalau akting bocah cantik ini sangat bagus.

Sebagai orang tua yang memiliki anak kecil, selama nonton film ini pikiran saya campur aduk banget. Semua hal berbahaya yang perlu banget dijauhkan dari jangkauan anak-anak ini begitu dekat dengan Pihu. Betapa ngerinya saat pihu nyalain kompor! Iya memang dia pinter banget, berusaha melakukan aktifitas serba sendiri.

Bukan hanya bikin deg-degan, beberapa adegan film ini juga sukses bikin saya mewek dan terharu. Seperti adegan ketika Pihu mencoba membangunkan Ibunya dengan memilih channel TV serial kesukaan Ibunya, mencoba menyuapi, dan berusaha mencarikan salep karena melihat luka di bibir ibunya. Ya memang begitulah anak-anak, perilakunya, perhatiannya sama orang tua. Pokoknya saya haru biru dan mewek!

Jadi, film ini tuh recommended banget buat di tonton para orang tua dan anak-anak muda atau calon pengantin. Manfaatnya banyak, terutama biar ngerti permasalahan kehidupan setelah pernikahan apalagi saat punya anak itu kadang rumit.

Pelajaran Berharga Bagi Orang Tua Dari Film PIHU

Pada salah satu adegan Pihu mencari salep untuk luka buat ibunya. Ia mendekati meja rias dan di cermin ada tulisan dati Ibunya sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya.

Kisah film Pihu
Pelajaran dari film PIHU

Adakah kalian yang menikah tanpa restu orang tua? Menyakitkan pastinya, entah apapun alasannya. Tapi, alangkah baiknya kejarlah restu orang tuamu. Kalaupun sekarang ada yang terlanjur atau punya masalah klise seperti perseteruan “menantu vs mertua” bersabarlah dan coba memperbaiki hubungan.

Dari film PIHU ini ada beberapa hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran berharga. Apa saja?

  1. Cinta saja tidak cukup untuk menikah ya gaes?! Tanggung jawabnya gede. Kamu harus siap menghilangkan setengah dirimu (egomu). Mau menang sendiri? Ke laut aje!
  2. Saat istrimu baru melahirkan, wajib jaga kesehatannya terutama mentalnya. Kenapa? Karena banyak sekali ibu muda yang mengalami baby blues bahkan lebih parah. Baca literasi tentang ini lebih banyak!
  3. Jika Anda punya masalah dalam rumah tangga, berbagilah. Cari orang yang bisa mendengar dan mengarahkan dirimu. Mau sahabat, keluarga ataupun profesional seperti psikiater atau penasehat perkawinan. Jangan di empet sendiri!

Sekian review film Pihu, buat yang belum nonton ini recomended banget! Cari deh. Semoga bermanfaat ya?!

Baca juga :

Mungkin Anda juga menyukai

33 Respon

  1. Dwi Puspita berkata:

    Nggak tega nonton, pasti mewek tapi ini juga pembelajaran buat ortu sih…agar lebih care sama anak

  2. Efi Fitriyyah berkata:

    Otw nayri film PIHU ini ah. 3-4 tahun ke belakang aku suka film-film IIndia. Ya gagasannya ya alurnya. Kebayang ya sebagai orangtua ktia dibuat degdegan lihat bocah kecil ada di posisi Pihu. Pake ngoprek barang-barang berbahaya tanpa ada yang ngawasin. Ini gimana, coba? Aku lihat ponakan yang lincah turun dari tangga aja deg-degan kalau dibiarin sendirian

    • Lina Sophy berkata:

      Film pihu ini tuh bikin merinding selama nonton teh, tapi pesan yang disampaikan bisa banget jd pelajaran berharga buat kita. Dan ternyata di Indonesia juga pernah kejadian ada anak balita yang terjebak dengan mayat ayahnya selama 3/3 hari gitu hiks

  3. Husnul Khotimah berkata:

    Ya ampun.. aku bakalan nonton film ini, baru baca reviewnya aja perutku dah mules bayangin anakku sendiri yang ngalamin hikz.. PIHU baik.. awas kau ya, ku tonton hahaa.. Film India sekarang emang bagus-bagus ya mbak, gak kayak dulu yang cuma goyang-goyang, apa aku baru tau ya haha

    • Lina Sophy berkata:

      Film india banyak yang bagus kok mbak, ada 3 idiots dan taare zameen par itu juga apik banget, menurutku masuk dalam film² terbaik sepanjang masa deh… Pihu ini wajib nonton mbak 🤭

  4. Mutia Karamoy berkata:

    Aku udah nonton film ini, ngak banyak dialog karena hampir sepanjang durasi film disuguhi aktivitas si kecil Pihu yang bikin aku deg-degan, terutama pas nyalain kompor…Ya Allah aku sedih banget ngeliat anak se kecil itu ngak tahu harus berbuat apa dan ngak tahu situasi yang dihadapinya. Bagi aku, nonton film ini jadi semacam pelajaran dan peringatan keras untuk berpikir panjang sekaliiii kalau sudah memiliki tanggung jawab dititipi buah hati.

  5. sekarang banyak tuh mbak kejadian apalagi pas musim pandemi gini. kemaren baca berita ada anak kelas 3 SD isoman di rumah sementara ortunya udah meninggal dunia. mirip2 kan kejadiannya.. huhuu

    • Lina Sophy berkata:

      Beda siy situasinya mbak, kalau yang jadi yatin piatu akibat covid insya Allah masih ada yang peduli dari tetangga/sodara.

      Kalau kisah Pihu ini kan akibat perseteruan orang tua/permasalahan mental dalam menghadapi bahtera rumah tangga dan ujungnya anak jadi korban

  6. Ririe berkata:

    Makdeg, pas baca nama PIHU langsung keingat seria India Yeh Hai Mohabbatein, sama tokoh anak-anak yang namanya Ruhi (berasa namanya mirip) dan ternyata film Pihu ini berlatar (tokoh ) India juga. * ketahuan deh klo saya suka lihat film india).

    Btw, ter_uhuk sama nilai yg disiratkan dalam film Pihu ini “Cinta saja tidak cukup untuk menikah “, saya kadang juga menggunakan kalimat ini kala nasehatin anak-anak (duuuh berasa tuwa jadinya, hehehe)

  7. indah savitri berkata:

    aku belum pernah nonton film ini mba dan sepertinya memang banyak pelajaran berharga untuk kita semua ya

  8. Duuh Mbak, saya baca reviewnya aja udah ngeriii. Gak tega ngebayangin anak kecil melakukan semua aktivitas yang dekat dengan bahaya.
    Miris memang dengan keadaan rumah tangga orang tua Pihu

  9. Sepertinya aku pernah nonton. Memang bikin deg-degan nih film. Soal pertengkaran di RT memang lumrah, cuma memang kudu ada yang ngalah supaya nggak ada kejadian yang nggak diinginkan.

  10. Dian berkata:

    film Bollywood ya mbak.
    wah sedih ya ceritanya tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari menonton film ini

  11. Adriana Dian berkata:

    ya ampun jadi ibunya bunuh diri. HIksssss.. sedi bangeeeettttttt. kasian banget anaknya.. huhuuuhuhuuu. AKu ga tegaan kalo nonton film beginiii.. huhuhu. Tapi kayanya seru nih kalo ditonton berdua sama suamiii

  12. Juliastri Sn berkata:

    Waduh, ngebayanginnya aja udah ngeri-ngeri sedap ya mak. Jadi inget anak sendiri andaikan mengalami hal itu. Hiks. Prob lem kehidupan memang sangat kompleks ya. Tapi ego orangtua mestinya jangan sampai mengorbankan anak yang masih bayik seperti ini..Jadi penasaran pengin nonton film ini dan siap diaduk perasaannya..

  13. ainun berkata:

    kayaknya aku juga bakalan mewek pas nonton ini, apalagi adegan anak kecil yang cukup berbahaya juga dan ternyata kisah nyata. omaigodd, ngebayangin anak kayak Pihu harus apa apa sendiri ya
    penasaran seperti apa sosoknnya sekarang

  14. lendyagassi berkata:

    Sedih banget yaa..
    Aku jadi ingat salah satu nasehat Ustadz mengenai mendidik anak dimulai sejak sebelum menikah, bukan setelah anaknya lahir.
    Karena bagaimanapun, apa yang kita jalani ke depannya adalah serangkaian kehidupan dan menyiapkan babak kehidupan baru.

    Pihu anaknya tabah yaa..subhanallahu~
    Gak kebayang betapa menyesalnya sang suami.

  15. Era Sapamama berkata:

    Tahun 2019 aku nonton film ini mba. Bikin nangis, sedih banget lihat Pihu. Tapi dari sana kita juga jadi sadar bahwa ternyata di rumah juga banyak hal yang membahayakan anak. Dan tentu yang paling penting adalah komunikasi dan bantuan pada ibu yang mengalami masalah psikologis pasca persalinan.

  16. Milda Ini berkata:

    membaca sinopsisnya, saya tertarik buat nonton, beberapa rekomendasi film anak juga sudah saya catat buat nonton tiap akhir pekan bersama anak

  17. echaimutenan berkata:

    belum nonton tapi tahu ceritanya. kalau g salah ini dari kisah nyata mak
    viral kan waktu itu film ini
    aku liat culikan beberapanya tapi ga semua kutonton waktu itu sedih banget ini ceritanya kebayang sampe gede dia sama ibunya pernah bareng gitu ga ada yang tahu huhuh

  18. Film India tuh seringnya nguras air mata ya mba dan bagus alurnya. Sedia tisu nih kalo nonton ini diriku

  19. Ainhy edelweiss berkata:

    Film ini memberikan manfaat yg cukup besar bagi kehidupan keluarga ataupun yg ingin membangun bahtera keluarga agar kedepannya tdk tersesak dan mengambil langkah mengakhiri hidupnya.

    • Fanny_dcatqueen berkata:

      Pengen nonton, tapi aku takut mewek parah mba :(. Kalo udah menyangkut keluarga, bunuh diri, susah nih nahan air matanya :(, bisa baper lama. Aku udh tahu lama film ini, bbrp kali baca reviewnya, dan sempet liat juga ada di Netflix. Tapi ya itu, blm aku tonton Krn takut sedih. Baca cerita mba aja udh lumayan nyesek 🙁

      Beneeer banget yg ttg restu ortu. Aku termasuk yg ga peduli awalnya Ama restu ortu, sampe akhirnya pernikahan pertama gagal. Tapi bersyukurnya ortuku ttp support, dan akhirnya bisa ketemu Ama suami skr. Restu mereka penting, bangeeet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *