Rumah Atsiri Indonesia, Destinasi Wisata Edukasi Menarik di Karanganyar

Rumah Atsiri Indonesia (RAI) merupakan sebuah kompleks edu-rekreasi dengan fasilitas MICE yang berlokasi di Desa Plumbon Tawangmangu.

RAI

Rumah Atsiri Indonesia. Ada yang pernah berkunjung ke sana? Atau malah baru mendengarnya?

Kalau saya, alhamdulillah dan merasa beruntung sudah berkunjung ke sana. Jadi, tepat sebelum corona datang menyerang, saya ikut dalam rombongan Disporapar Provinsi Jateng dalam acara live in Karanganyar. Yang salah satu tujuan wisatanya adalah ke Rumah Atsiri Indonesia.

Waktu itu, melihat postingan Pak Ganjar yang sedang berkunjung ke Rumah Atsiri Indonesia ini. Dalam hati bilang “harus banget nih kesini”. Pucuk di cinta, ulam tiba. Waktu itu ada undangan yang ditujukan untuk genpi Cilacap. Happy banget dong bisa ikutan!

Baca juga Hotel Pringgosari, Tempat Menginap Favorit Presiden Soekarno di Tawangmangu

Sejarah Rumah Atsiri Indonesia

Pada tahun 1963, Indonesia telah menjalin kerjasama ekonomi dengan Bulgaria. Saat itu menjadi yang terbesar di Asia, yaitu dengan adanya pabrik penyulingan minyak atsiri yang dikenal sebagai Pabrik Citronella.

Bulgaria saat itu menjadi negara penguasa pemasok minyak atsiri, pemasok sekitar 80% di dunia. Dengan spesialisasi minyak atsiri mawar Bulgaria.

Mawar Bulgaria – dok. Pribadi

Plumbon, sebuah desa di wilayah Tawangmangu Karanganyar di pilih sebagai lokasi pabrik karena potensi alamnya. Tanahnya yang subur, di kaki gunung Lawu, mendukung untuk penanaman aneka macam tanaman atsiri.

Dengan banyaknya tanaman atsiri, bahkan menurut keterangan sampai dengan 30.000 jenis yang bisa di manfaatkan, maka Indonesia diharapkan menjadi penghasil minyak atsiri terbesar di Asia. Bahkan harapannya bisa berpengaruh di dunia.

Sumber tanaman atsiri di Indonesia – dok. Pribadi

Pada proses perjalanannya, pabrik citronella ini sempat berganti kepemilikan, dan menjadi pabrik yang terbengkelai. Pada tahun 2015, PT. Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih secara resmi.

Dengan tujuan mulia, untuk melestarikan, menghidupkan pengetahuan, keterampilan dan inovasi minyak atsiri yang pernah berjaya, bangunan bekas pabrik ini di revitalisasi menjadi kompleks edu-rekreasi. Dengan fasilitas mice, dilengkapi dengan tempat penelitian dan pengembangan, laboratorium, museum dan pendukung lainnya tempat ini memang sangat layak sebagai destinasi wisata edukasi.

Apa sih yang menarik di Rumah Atsiri Indonesia?

Menurut saya, semuanya!

Jadi, begitu kita masuk gerbang, rasanya sudah excited sekali. Bangunannya, meski banyak mempertahankan bangunan lama tapi telah di sulap menjadi kawasan yang terlihat modern. Begitu masuk lobby sudah salah fokus saja sayanya, langsung belok ke nursery shop, saking menariknya aneka tanaman berbaris rapi dan cantik.

FYI, lobby ini salah satu bangunan asli dari tahun 1963, lho?! Tapi desainnya sudah disesuaikan dengan konsep Rumah Atsiri Indonesia kini. Dan di sini, akan ada yang menyambut dari pihak Rumah Atsiri Indonesia dan memberikan sebanyak informasi yang kalian inginkan. Entah tujuan kalian itu untuk belajar, penelitian, shopping, atau kah untuk edu rekreasi.

Kunjungan rombongan kami waktu itu, karena keterbatasan waktu sehingga kami tidak bisa eksplore keseluruhan. Akan tetapi dari pendamping tour Rumah Atsiri Indonesia bisa menjelaskan sekilas keseluruhan apa yang ada di sini. Jadi, sebagai gambaran ada apa di sana, insya Allah sedikit banyak saya mengerti.

Rumah Atsiri Indonesia, sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran

Program yang ditawarkan Rumah Atsiri lab adalah berbagai aktivitas dan program terkait minyak atsiri yang diperuntukkan bagi anak dan remaja. Selain itu bagi Anda yang ingin belajar atau tertarik pada bisnis minyak atsiri, programnya ada juga kok.

Program pelatihan anak-anak – foto Rumah Atsiri Indonesia
Foto Rumah Atsiri Indonesia

Plaza Marigold yang memesona

Salah satu spot yang paling disukai pengunjung Rumah Atsiri Indonesia, salah satunya adalah plaza marigold. Area ini merupakan taman yang di penuhi bunga marigold. Cakep banget emang kalau buat foto-foto.

Marigold – foto Rumah Atsiri Indonesia

Sayangnya nih, pas kami ke sana kemarin plaza ini tidak ditanami marigold. Agak kecewa karena bayangannya bakal gegayaan cantik di tengah marigold. Semoga ada rejeki biar bisa main kesana lagi, aamiin.

Saat itu, tanaman bunga penggantinya adalah bunga pink yang sering disebut orang bunga kancing baju. Kenapa bukan marigold, menurut penjelasan sih memang lagi bukan musimnya. Selang seling lah menanamnya.

Pengganti marigold – foto Rumah Atsiri Indonesia

Museum Rumah Atsiri Indonesia

Sejarah minyak atsiri – foto dok. Pribadi

Well, di museum Rumah Atsiri ini lengkap banget menjelaskan tentang sejarah minyak atsiri. Yang menarik, kita bisa belajar, paling tidak di museum ini kita merunut minyak atsiri mulai digunakan sejak 2000 SM.

Di Indonesia sendiri, minyak atsiri telah ada sejak ribuan tahun lalu. Bahkan, rekam jejaknya ada di relief candi Borobudur, lho?! Ini bisa memberikan bukti otentik bahwa minyak atsiri lazim di gunakan sebagai bahan obat pada masyarakat kita.

Relief yang menceritakan minyak atsiri yaitu relief karmawibhangga panel 18-19. Relief tersebut menceritakan tentang adanya orang yang sedang mengoleskan (minyak) pada kepala, badan dan perut seorang lelaki yang tengah sakit.

Relief candi Borobudur – foto dok. Pribadi

Selain menceritakan sejarah minyak atsiri, di museum ini juga memberikan informasi lengkap tanaman-tanaman atsiri beserta kegunaan baik untuk kesehatan, kecantikan, masakan dan lainnya sampai dengan aroma yang di keluarkan dari tiap jenisnya.

Jenis tanaman atsiri
Bola aroma – foto dok. Pribadi

Tidak lengkap jika di dalam museum tidak ada benda-bendanya. Maka, di museum rumah atsiri ini juga memajang banyak benda peninggalan pabrik citronella sejak tahun 1963. Ada benda-benda peralatan penyulingan, ada juga bekas-bekas tungku untuk pembakaran.

Ruang tempat proses pembakaran – foto dok. Pribadi
Peralatan penyulingan pabrik citronella – foto dok. Pribadi

Jelajah Rumah Atsiri Taman Koleksi

Ditemani pemandu, kita eksplore taman koleksi. Ada sekitar 80 jenis tanaman atsiri di taman koleksi Rumah Atsiri Indonesia ini.

Di taman koleksi ini, kita bisa ngapain saja sih?

1. Melihat proses penyulingan minyak atsiri

Proses penyulingan – foto dok. Pribadi

Kalian tahu tidak, untuk mendapatkan 1 liter minyak atsiri mawar di butuhkan berapa kuntum bunga? 4.000 kuntum mawar gaesss! Banyak sekali, ya?!

Di taman koleksi Rumah Atsiri Indonesia ini, kita bisa lihat proses sederhana penyulingan minyak ini. Yang di produksi di tempat ini seperti sereh dan beberapa tanaman lain. Tapi detail sederhananya kita bisa pelajari.

2. Mengenal aneka jenis tanaman atsiri secara langsung

Rosemary, salah satu koleksi di taman atsiri

Senang sekali bisa langsung menyicip rasa dan aroma aneka tanaman atsiri. Jadi, saat eksplore taman pemandu akan mengenalkan secara detail nama, manfaat, mencium aroma, dan beberapa tanaman boleh kita petik untuk sampel.

3. Rumah Kaca di taman koleksi

Rumah kaca RAI

Salah satu spot instagramable di Rumah Atsiri Indonesia, ya di sini. Rumah kaca ini di rancang sebagai taman yang super cantik di siang hari, dan katanya jika malam hari rumah kaca ini bertransformasi menjadi lokasi private dining.

Store di Rumah Atsiri Indonesia

Cerita awal saya masuk lobby, dan salah fokus ke nursery ingat kan? Nah ini salah satu store yang menjual aneka bibit tanaman dan tanaman hias. Penataannya bikin ngiler setiap pengunjung, rasanya bikin kita pengen bawa semua ke rumah.

Nursery RAI

Selain itu ada store yang menjual aneka essence. Beberapa produk seperti minyak essence, handsanitizer, sabun yang tentu saja khas hasil dari Rumah Atsiri Indonesia.

Dan jika mau membeli merchandise untuk oleh-oleh juga ada. Dari aneka baju, kaos, dan makanan ada di toko merchandise Rumah Atsiri Indonesia.

Oiya, kita sempat juga menikmati sajian infused water yang dingin dan menyegarkan. Pas banget di sediakan setelah jelajah museum.

Infused water RAI – foto dok. Pribadi

Sebetulnya ada resto khusus di Rumah Atsiri, tapi karena rombongan datang persis setelah makan siang, jadi gagal mencoba pengalaman rasa di sini. Semoga suatu saat bisa kembali.

Tiket masuk Rumah Atsiri Indonesia

Masuk ke Rumah Atsiri Indonesia itu kita deposit sebesar Rp 50.000,- dengan di berikan kartu. Kita bisa pakai untuk jelajah museum, eksplore taman koleksi, makan di resto ataupun untuk belanja. Jika ada kekurangan bisa dibayar cash.

Lokasi Rumah Atsiri Indonesia

Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792

Menurut saya Karanganyar ini memang daerah Kabupaten di Jawa Tengah yang wisatanya komplit. Nggak bakal rugi untuk eksplore Karanganyar. Ada museum Sangiran, grojokan sewu tawangmangu, Candi Sukuh, Candi Cetho, bahkan kalian yang ingin wisata ketinggian untuk terbang paralayang pun ada.

Jadi, besok kondisi aman dari serangan corona, bisa banget jalan kesana? Iya nggak?

Mungkin Anda juga menyukai

38 Respon

  1. Dzulkhulaifah berkata:

    Beruntung banget Mbak bisa berkunjung ke Rumah Atsiri sebelum pandemi. Dan waw, untuk 1 liter minyak atsiri dibutuhkan 4.000 kuntum mawar?? Amazing berarti ekstraknya benar-benar kental, ya. Aku tertarik banget sama proses penyulingan minyaknya. Belum pernah lihat yang semacam ini soalnya.

  2. Rina Susanti berkata:

    Pernah baca soal rumah atsiri ini tp blm pernah kesana. Baca ini inget masa2 kuliah pas praktikum destilasi buat dapetin minyak atsiri hahah

  3. Rizki berkata:

    Wahh… baru tahu nih rumah astiri. Terima kasih infonya kak….

  4. NurulRahma berkata:

    Ini bucket list akoooohhh
    Pengin ke Solo Karanganyar dan sekitarnyaaa, buat kulineran dan wisata ke mari.
    Coronaaaa enyahlaahhh supaya aku bisa halan2 lagiiii 😀

  5. Rani R Tyas berkata:

    Duuh Mbak Lina.. aku jadi pengen ke rumah Atsiri nih. Noted ya kalau ternyata di Karanganyar ada tempat sebagus ini. Wajib nih dikunjungi

  6. Elly Nurul berkata:

    MashaAllah.. selain tempatnya instagramable juga semunya penuh dengan manfaat edukasi yaa.. kalo deket udah aku mampirin setiap hari deh.. semoga yang berkunjung kesini senantiasa menjaga semuanya yaa..jangan sampai dirusak please..

  7. tempatnya kece banget. pengen juga ke sana semoga bisa dikunjungi oleh yang pake kursi roda deh tempatnya. sekalian belajar dan gali ilmu.

  8. Desri Desri berkata:

    aduhh, aku suka banget nih kalo ada tempat wisata dekat dengan alam, apalagi ada aneka bunga nya. seger ke mata ya mba.

  9. Triyatni berkata:

    Minyak atsiri ini manfaatnya banyak banget ya. Pernah dengar juga buat awet bahan bakar mobil gitu. Tapi gak tahu ada bahan campuran apa lagi

  10. Nathalia DP berkata:

    Keren banget tempatnya… Menambah wawasan tentang minyak atsiri sambil foto-foto juga… Pengen deh ngajak anak-anak main ke sini…

  11. Indah Nuria berkata:

    Tempatnya okee banget ya mba dan memang banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan. Jadi pengen mampiir

  12. Lidya berkata:

    Aku baru tau soal Rumah Atsiri ini, asri banget ya taman-tamannya. Nanti kalau pas mudik aku mampir ke sana deh. Suka lihat marigoldnya warnanya ngejreng gitu

  13. Erin berkata:

    Asyik nih mba bisa berkunjung ke museum bunga atsiri. Ada spot Instagramable juga ya, mba. Boleh lah kalau ke jateng berkunjung ke sini.

  14. Rina berkata:

    Keren banget ya nuansa modern nya juga sangat terlihat. Aku baru tau dan baru baca juga reviewnya. Semoga bisa berkunjung kesana kapan-kapan.

  15. Helena berkata:

    Minyak atsiri itu essential oil?
    Sekarang kan happening ya pakai eo tapi yang impor. Kalau minyak atsiri buatan Indonesia apa lebih terjangkau?

  16. Iva berkata:

    Baru tau ada objek wisata ini di tawangmangu, udah lama g ke daerah sana…lmyan buat refresh ya ini mba

  17. atiqoh berkata:

    ihh bagus, baru tau sayaa 🙂 jd pengen jalan-jalan hehe.. bagus tempatnya ya buat foto-foto 🙂

  18. Wow minyak atsiri ternyata udah digunakan bertahun2 lalu oleh nenek moyang kita ya mbak? Indonesia ternyata jg salah satu penghasil minyak ini.
    Tempatnya bagus banget dan edukatif pula ya? Sayang ada pandemi, moga kelak dalam kesempatan yg lebih baik bisa ke sana.

  19. lendyagasshi berkata:

    Betah banget kalau berwisata ke tempat wisata yang lengkap dan luas begini.
    Bikin hati adem dan ayem dengan wewangian atsiri.

  20. Udah lama baca ulasan teman-teman blogger tentang rumah atsiri ini, tapi tak kunjung punya kesempatan untuk pergi ke sana. Apalagi musim pandemi gini ya, kapan coba bisa jalan-jalan lagi.

  21. Desy Yusnita berkata:

    Waah, waktu tahun lalu ke karanganyar aku lupa sama tujuan wisata ini. Mudah-mudahan nanti isa mampir kalo situasi sudah memungkinkan.

  22. Desy Yusnita berkata:

    Jadi kangen Karanganyar deh, kampung Bapak mertua disana. Sayangnya tahun ini ngga bisa mudik y, pengen mampir kesini ah nanti…..

  23. rinrin berkata:

    bener bener seru banget mana tempatnya cozy udah gitu bisa belajar banyak disini

  24. Nunung berkata:

    Waaah keren banget nih tempatnya. Berarti boleh ke sana sendiri ya mbak? Nggak harus rombongan gitu kalau ke sana

  25. Larasati Neisia berkata:

    Aku tau Rumah Atsiri ini dari temen-temen online yang share postingan di sana. Nggak nyangka dalamnya sebagus dan selengkap ini. Aku udah masukin wishlist tempat yang mau dikunjungi habis corona nih mbak. Betah banget aku pasti di sana.

  26. Barokallah mba Lina udah sampai sini ya, seru menjelajah di rumah atsiri ya
    aku belum pernah nih. Jadi pengne ke sana juga nunggu pandemi berlalu.

  27. Eka berkata:

    Kenapa itu tempatabya setiap sudut kok estetik sekaliiii. Pasti gak bisa kalau foto cuma 50jepretan saja.

    Memory harus full baru mau pulang.

  28. andiyani achmad berkata:

    Rumah Atsiri keren banget ya buat tempat wisata, banyak view yang menari yang bisa dilihat. semoga ada kesempatan buat ke sana juga

  29. Annafi berkata:

    Kalau pandemi ini selesai, aku mau ke rumah saudara dekat Karanganyar, siapa tahu bisa main ke sini nanti, ibuku suka je tempat wisata edukasi kayak gini 😃

  30. Leila berkata:

    Rumah Atsiri ini itungannya lumayan dekat sama rumah ortu, tapi belum kesampaian ke sana nih (boro-boro, mudik aja enggak jadi huhuhu). Pingin banget ajak anak-anak ke situ. Pernah lihat video sepupu yang ikut tur ke sana menarik banget konsepnya.

  31. Fenni Bungsu berkata:

    Daku lupa ingat tentang rumah tersebut, tapi pas melihat bunga marigold, jadi pengen juga ke sana, siapa tahu suatu saat ke sana malah pas ketemu mbak Lina juga haha

  32. Wah keren, baru tau ada destinasi wisata kyk gini di deket tawangmangu. Biasanya kl ke tawangmangu cm ke air terjunnya itu trs jalan2 naik kuda lanjut belanja sayur mayur yg seger2, hehehe

  33. Firda berkata:

    Eh, kok asik ya mbak. Bisa wisata sekaligus belajar juga disini, dapetnya double. Btw, aku jadi pengen kesana setelah baca postingan mbak. Thank you for sharing mbak, kayaknya aku mau masukin ini ke wishlist tempat yang mau aku kunjungi🤭

  34. Diah Alsa berkata:

    MasyaAllah, banyak banget ya jenis bunga Atsiri itu, tiap jenis punya khasiat tersendiri pasti ya 🙂
    senang banget ya Mbak bisa jalan-jalan di tempat ini.

  35. Mellisa berkata:

    Cocok bgt ya ini buat liburan keluarga. Walaupun edukatif, mengandung nilai sejarah, tapi pasti nggak ngebosenin bagi anak2. Apalagi banyak bunga2 cantik buat spot foto.

  36. Kak Niken berkata:

    Ini menarik banget. Anak-anak bisa belajar langsung dari ahlinya dan bersentuhan dengan alam. Dulu aku sering bikin event untk wilayah jabodetabek. tapi karang anyar agak jauh juga sih yaaaa

  37. Faradillah berkata:

    Keren banget tempatnya dan Menambah wawasan tentang minyak atsiri sambil foto-foto juga…

  38. duniamasak berkata:

    wah bunga Marigold nya bagus banget, udah lama gak wisata diluar. semoga sehabis pandemi, bisa mampir kesana ya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *